Razia, 7.729 pelanggar ditilang

Selasa, 11 Desember 2012 - 21:02 WIB
Razia, 7.729 pelanggar...
Razia, 7.729 pelanggar ditilang
A A A
Sindonews.com – Pelanggaran lalu lintas di Kota Semarang masih tergolong tinggi. Pada Operasi Zebra Candi 2012 yang digelar Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang selama 14 hari, terdapat 10.399 pelanggaran lalu lintas. 259 unit kendaraan roda dua dan roda empat disita sebagai barang bukti atas berbagai pelanggaran itu.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan, mengatakan 10.399 pelanggar itu tidak semuanya diberikan tilang (bukti pelanggaran). 2.670 di antaranya hanya diberikan teguran, karena kesalahannya masih dapat ditoleransi.

“Sementara sisanya, yaitu 7.729 pelanggar, kami kenai tilang, karena mereka melakukan pelanggaran yang cenderung menyebabkan kecelakaan lalu lintas, misalnya melanggar marka jalan, tidak menggunakan helm hingga melanggar rambu–rambu,” ungkapnya di Mapolrestabes Semarang, Selasa (11/12).

Faisal mengatakan, data yang dilansir belum final. Operasi Zebra Candi itu digelar sejak 28 November–11 Desember, dan pihaknya baru melansir data itu kemarin pagi.

“Selesainya nanti malam (kemarin) tepat pukul 24.00, jadi ada potensi bertambah, yang jelas jumlah ini masih tergolong tinggi, pelanggarannya merata hampir di semua wilayah di Kota Semarang, entah itu di pinggiran kota atau di tengah kota,” bebernya.

Pada operasi itu, pihak Satlantas Polrestabes Semarang juga mencatat ada 29 kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang. Jumlah itu menyebabkan korban jiwa 8 orang, 1 orang luka berat dan 40 lainnya luka ringan.

Jumlah pelanggaran ini diketahui lebih tinggi dari data Operasi Zebra Candi 2011. Saat itu, terdapat 8.767 pelanggaran, terinci atas 7.420 tilang dan 1.347 diberikan teguran. Selain itu, juga terdapat 25 kecelakaan lalu lintas, menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat dan 23 orang luka ringan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Faisal menambahkan operasi yang dilakukan pihaknya menggunakan hunting sistem. Di artikan, anggota akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas yang kasat mata terlihat.

“Jadi tidak menggunakan stasioner sistem, atau memeriksa surat – surat dan kelengkapan lain dengan cara diberhentikan di jalan, perbandingannya dengan tahun lalu memang cukup banyak,” tambahnya.

Faizal juga menjelaskan, motor dan mobil yang ditahan karena terjaring operasi itu disebabkan kondisi fisiknya tidak sesuai standar. Mulai dari ukuran ban hingga kelengkapan lain semisal kaca spion.

“Khusus untuk itu, terutama yang digunakan balap liar, kami sengaja tahan lama, sidangnya sampai satu bulan ke depan, biar menimbulkan efek jera,” jelasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sebelum Gelar Razia,...
Sebelum Gelar Razia, Personel Satlantas Polres Cimahi Jalani Rapid Test
Operasi Patuh Lodaya,...
Operasi Patuh Lodaya, Kapolres Banjar Reward Pengendara
Polisi di Tangerang...
Polisi di Tangerang Sikat Preman dan Libas Miras
Aksi Pemalakan di Depan...
Aksi Pemalakan di Depan Cipinang Indah Mall, Polisi Giatkan Razia
7 Tahun Tak Kena Razia,...
7 Tahun Tak Kena Razia, Sekalinya Ketemu Polisi di Jaksel Sopir BMW Panik Tabrak Anggota
Empat Polisi Gadungan...
Empat Polisi Gadungan yang Kerap Razia Hotel di Makassar Ditangkap
Berita Terkini
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
28 menit yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
1 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
1 jam yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
1 jam yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
2 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved