Banyak warga Jakarta tak punya KTP
Selasa, 11 Desember 2012 - 16:36 WIB
Banyak warga Jakarta tak punya KTP
A
A
A
Sindonews.com - Sistem kependudukan masyarakat Jakarta, masih kacau. Pelaksanaan program E-KTP di wilayah Jakarta, tak berjalan mulus. Dari 185 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibagikan di Rt 006/011, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, terdapat beberapa kesalahan yang cukup fatal.
Diantaranya kesalahan nama penduduk, alamat, bahkan data orang yang telah meninggal. Alhasil, ada beberapa warga yang namanya ganda, dan belum bisa menggunakan KTP elektronik ini.
"Yang belum dapat mah banyak. Ada juga kesalahan alamat. Ada KTP warga yang dibagikan di RT 6, tapi bukan warga RT 6. Ya, mungkin itu salah cetak. Yang udah meninggal juga masih dibagiin," ujar Ketua RT 006/011 M. Khotib Maulana, di Jalan Tanah Sereal XIII, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Lebih lanjut, dia mencontohkan, KTP atas nama Kurnia Al Haadi, Mohammad Sodik, dan Nunung Aliyah salah tulis alamat. Bahkan, warga yang telah meninggal yaitu atas nama Sumiyati, juga masih tercatat. Sedangkan penduduk atas nama Lius Yovita telah pindah domisili.
"Yang salah-salah itu, saya balikin ke kelurahan. Karena yang nanganin kan kelurahan," tambahnya.
Khotib mengakui, proyek e-ktp ini belum rampung sepenuhnya. Karena kemarin saja, masih ada lima KTP yang dibagikan dari kelurahan untuk dibagikan ke warga. "Kemarin, ada lima yang nyusul. Dari lima itu, baru satu orang yang ngambil," tandasnya.
Tahun lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan sistem kartu tanda penduduk secara elektronik. Hal itu dimaksudkan untuk pencegahan data penduduk secara ganda. Serta, mencegah penyebaran terorisme.
Diantaranya kesalahan nama penduduk, alamat, bahkan data orang yang telah meninggal. Alhasil, ada beberapa warga yang namanya ganda, dan belum bisa menggunakan KTP elektronik ini.
"Yang belum dapat mah banyak. Ada juga kesalahan alamat. Ada KTP warga yang dibagikan di RT 6, tapi bukan warga RT 6. Ya, mungkin itu salah cetak. Yang udah meninggal juga masih dibagiin," ujar Ketua RT 006/011 M. Khotib Maulana, di Jalan Tanah Sereal XIII, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Lebih lanjut, dia mencontohkan, KTP atas nama Kurnia Al Haadi, Mohammad Sodik, dan Nunung Aliyah salah tulis alamat. Bahkan, warga yang telah meninggal yaitu atas nama Sumiyati, juga masih tercatat. Sedangkan penduduk atas nama Lius Yovita telah pindah domisili.
"Yang salah-salah itu, saya balikin ke kelurahan. Karena yang nanganin kan kelurahan," tambahnya.
Khotib mengakui, proyek e-ktp ini belum rampung sepenuhnya. Karena kemarin saja, masih ada lima KTP yang dibagikan dari kelurahan untuk dibagikan ke warga. "Kemarin, ada lima yang nyusul. Dari lima itu, baru satu orang yang ngambil," tandasnya.
Tahun lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan sistem kartu tanda penduduk secara elektronik. Hal itu dimaksudkan untuk pencegahan data penduduk secara ganda. Serta, mencegah penyebaran terorisme.
(san)