Petani Wajo khawatirkan kelangkaan pupuk
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:07 WIB
Petani Wajo khawatirkan kelangkaan pupuk
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah petani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mengkhawatirkan adanya kelangkaan pupuk pada musim tanam kali ini. Petani pantas khawatir karena musim panen sebelumnya mereka gagal karena kelangkaan pupuk.
"Kami khawatir ini kembali akan terjadi, karena di Kecamatan Sabbangparu pada musim tanam lalu 50 persen sawah petani gagal panen gara-gara pupuk," kata Kepala Desa Mallusesalo kecamatan sabbangparu Akis kepada SINDO, Selasa (11/12/2012).
Dia menceritakan, musim tanam lalu, ribuan hektare sawah gagal panen karena pada pemupukan kedua terjadi kelangkaan pupuk.
"Pada pemupukan pertama pupuk lancar, namun pada pemupukan kedua pupuk sudah sangat susah di temukan. Untuk itu kami berharap pemerintah kabupaten dapat mengantisipasi hal ini, karena petani menghawatirkan hal tersebut terulang kembali," katanya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo, Ambo Epu menjamin musim tanam 2012/2013 stok pupuk di Wajo aman.
"Stok Pupuk aman di gudang full lebih 300 ton pupuk, jumlah tersebut cukup untuk musim tanam kali ini," katanya kepada SINDO di kantornya, Selasa (11/12/2012).
Dia juga mengakui, musim tanam lalu memang ada kelangkaan pupuk yang disebabakan oleh terlambatnya pasokan pupuk datang karena Pelabuhan Makassar kala itu tidak mampu menampung semua kapal untuk berlabuh.
"Memang waktu itu tersendat, bukan cuma di Sabbangparu saja tapi hampir keseluruhan kabupaten Wajo mengalami hal serupa," katanya.
Dia memaparkan khusus untuk alokasi pupuk di bidang tanaman pangan sekitar 30.709 ton di tahun 2012 dengan rincian Pupuk jenis urea 18.608 ton, SP36 2.481 ton, ZA 2.186, NPK 4.048 ton dan pupuk organik 386 ton.
"Itu yang sudah teralokasi selama musim tanam di 2012, yang jelas untuk musim tanam yang saat ini dihadapi petani, pupuk di jamin aman," katanya.
"Kami khawatir ini kembali akan terjadi, karena di Kecamatan Sabbangparu pada musim tanam lalu 50 persen sawah petani gagal panen gara-gara pupuk," kata Kepala Desa Mallusesalo kecamatan sabbangparu Akis kepada SINDO, Selasa (11/12/2012).
Dia menceritakan, musim tanam lalu, ribuan hektare sawah gagal panen karena pada pemupukan kedua terjadi kelangkaan pupuk.
"Pada pemupukan pertama pupuk lancar, namun pada pemupukan kedua pupuk sudah sangat susah di temukan. Untuk itu kami berharap pemerintah kabupaten dapat mengantisipasi hal ini, karena petani menghawatirkan hal tersebut terulang kembali," katanya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo, Ambo Epu menjamin musim tanam 2012/2013 stok pupuk di Wajo aman.
"Stok Pupuk aman di gudang full lebih 300 ton pupuk, jumlah tersebut cukup untuk musim tanam kali ini," katanya kepada SINDO di kantornya, Selasa (11/12/2012).
Dia juga mengakui, musim tanam lalu memang ada kelangkaan pupuk yang disebabakan oleh terlambatnya pasokan pupuk datang karena Pelabuhan Makassar kala itu tidak mampu menampung semua kapal untuk berlabuh.
"Memang waktu itu tersendat, bukan cuma di Sabbangparu saja tapi hampir keseluruhan kabupaten Wajo mengalami hal serupa," katanya.
Dia memaparkan khusus untuk alokasi pupuk di bidang tanaman pangan sekitar 30.709 ton di tahun 2012 dengan rincian Pupuk jenis urea 18.608 ton, SP36 2.481 ton, ZA 2.186, NPK 4.048 ton dan pupuk organik 386 ton.
"Itu yang sudah teralokasi selama musim tanam di 2012, yang jelas untuk musim tanam yang saat ini dihadapi petani, pupuk di jamin aman," katanya.
(ysw)