Penjambret nyaris dibakar massa

Selasa, 11 Desember 2012 - 13:00 WIB
Penjambret nyaris dibakar...
Penjambret nyaris dibakar massa
A A A
Sindonews.com - M Saiku Vitri (42), warga Desa Trompoasri, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), nyaris dibakar massa. Dia ditangkap warga saat menjambret kalung milik Kartika (43).

Pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro N 4163 OG, nekat menjambret kalung Kartika yang sedang berbelanja di Pasar Krempyeng, Desa Keboan Anom, Sidoarjo.

Korban yang kalungnya ditarik dari samping oleh pelaku, berontak dan berusaha mengejar pelaku. Korban kemudian memegang bagian belakang motor pelaku yang menjalankan aksinya sendirian.

Sepeda motor yang dikendarai oleng dan akhirnya pelaku terjatuh. Melihat pelaku terjatuh, korban berteriak lebih keras minta tolong.

Yulianto (43), yang berbelanja di pasar tersebut dan warga lainnya kemudian menangkap pelaku. Tanpa dikomando, warga kemudian menghajar pelaku sampai babak belur.

Karena kesal atas ulah pelaku, warga berniat untuk membakar motor dan korban. Beruntung petugas dari Polsek Gedangan sedang patroli dan berhasil mengamankan pelaku, kemudian dibawa ke Polsek Gedangan.

Kapolsek Gedangan Kompol Kamran mengatakan, selama ini di jalan kawasan Keboan Anom sering terjadi aksi penjambretan.

"Diduga pelaku sudah sering beroperasi di kawasan itu," ucapnya, di Jabon, Sidoarjo, Jatim, Selasa (11/12/2012).

Indikasi jika M Saiku merupakan pelaku lama dilihat dari pelat nomor kendaraan yang sengaja dibuat gelap. Sehingga usai menjalankan aksinya kendaraan tidak bisa dikenali.

Kalung korban yang dijambret pelaku seberat 6,150 gram senilai Rp2.800.000 diamankan sebagai barang bukti. Demikian pula sepeda motor korban juga diamankan di Mapolsek Gedangan.

Pelaku mengalami luka lebam di bagian wajahnya dan beberapa bagian tubuhnya. Kini dia meringkuk di tahanan dan bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Kepada petugas, pelaku mengaku baru sekali menjambret. Bapak dua anak itu berdalih lewat Pasar Krempyeng Desa Keboan Anom, karena akan melamar kerja di salah satu perusahaan bus di kawasan Kecamatan Taman.

"Saya dulunya sopir dump truk," kilahnya.

Untuk bisa menjadi sopir bus, dia diminta uang jaminan Rp3 juta. Sehingga dia nekat menjambret dan rencananya hasil menjambret akan digunakan untuk uang jaminan.

"Saya mau melamar sopir bus. Bingung tak punya uang untuk jaminan, jadi terpaksa menjambret," tandasnya, sambil meringis menahan sakit akibat luka lebam di wajahnya.
(maf)
Berita Terkait
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Google Nyerah Hadapi...
Google Nyerah Hadapi Malware Joker, Dihapus Tetap Saja Mengancam
Cermati, Ini 8 Cara...
Cermati, Ini 8 Cara Hindari Kejahatan Skimming ATM
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Polisi Lumpuhkan Pelaku...
Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian Motor
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
20 menit yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
25 menit yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
26 menit yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
32 menit yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
1 jam yang lalu
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved