Majalengka klaim luas lahan kritis menyusut
Senin, 10 Desember 2012 - 19:00 WIB
Majalengka klaim luas lahan kritis menyusut
A
A
A
Sindonews.com – Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan (Dishutbunak) Kabupaten Majalengka mengklaim bahwa luas lahan kritis di Kabupaten Majalengka mengalami pengurangan.
Kepala seksi Konservasi Alam Dishutbunak kabupaten Majalengka, Rahmat Hidayat, menjelaskan pada tahun 2011 lalu, luas lahan kritis mencapai 16.485 hektare dari jumlah keseluruhan luas Kabupaten Majalengka 120.420 hektare.
Angka tersebut, dijelaskan dia, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yakni 18.320 hektar.
“Pada tahun 2011 lalu, ada penurunan luas lahan kritis dibanding tahun 2012 sekitar 10,02 persen. Adapun untuk tahun 2012 ini, kami masih melakukan pendataan, diharapkan kembali mengalami penurunan” katanya, Senin (10/12/2012).
Disebutkan dia, selama ini pihaknya gencar melakukan kampanye sebagai upaya menekan angka luas lahan krirtis di Majalengka. Selain itu, jelas dia, untuk mendukung hal tersebut, pihaknya juga memiliki Program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK).
“Program yang dilakukan oleh Dinas selama ini sebagi upaya pengurangan lahan kritis yaitu dengan GRLK. Kami juga memberikan Bibit tanaman keras seperti Jati, Alba dan tanaman-tanaman lainnya untuk di tanam di lahan yang dinilai kritis tersebut,” jelas dia.
Sementara itu, sedikitnya terdapat lima kecamatan yang dinilai memiliki lahan kritis di atas 1.000 hektare. Ke lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Argapura, Banjaran, Bantarujeg, Lemahsugih, dan Kecamatan Malausma.
“Secara detailnya luas lahan kritis tahun 2012 ini, belum bisa kami pastikan. Karena kami sedang dalam proses penghitungan,” ungkap dia.
Kepala seksi Konservasi Alam Dishutbunak kabupaten Majalengka, Rahmat Hidayat, menjelaskan pada tahun 2011 lalu, luas lahan kritis mencapai 16.485 hektare dari jumlah keseluruhan luas Kabupaten Majalengka 120.420 hektare.
Angka tersebut, dijelaskan dia, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yakni 18.320 hektar.
“Pada tahun 2011 lalu, ada penurunan luas lahan kritis dibanding tahun 2012 sekitar 10,02 persen. Adapun untuk tahun 2012 ini, kami masih melakukan pendataan, diharapkan kembali mengalami penurunan” katanya, Senin (10/12/2012).
Disebutkan dia, selama ini pihaknya gencar melakukan kampanye sebagai upaya menekan angka luas lahan krirtis di Majalengka. Selain itu, jelas dia, untuk mendukung hal tersebut, pihaknya juga memiliki Program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK).
“Program yang dilakukan oleh Dinas selama ini sebagi upaya pengurangan lahan kritis yaitu dengan GRLK. Kami juga memberikan Bibit tanaman keras seperti Jati, Alba dan tanaman-tanaman lainnya untuk di tanam di lahan yang dinilai kritis tersebut,” jelas dia.
Sementara itu, sedikitnya terdapat lima kecamatan yang dinilai memiliki lahan kritis di atas 1.000 hektare. Ke lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Argapura, Banjaran, Bantarujeg, Lemahsugih, dan Kecamatan Malausma.
“Secara detailnya luas lahan kritis tahun 2012 ini, belum bisa kami pastikan. Karena kami sedang dalam proses penghitungan,” ungkap dia.
(ysw)