Pengendara motor pelanggar tertinggi lalin
Senin, 10 Desember 2012 - 18:09 WIB
Pengendara motor pelanggar tertinggi lalin
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya masih menggelar Operasi Zebra dalam rangka menekan angka pelanggaran kendaraan bermotor di wilayah Jakarta. Besok, merupakan hari terakhir razia itu digelar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, hasil sementara razia yang digelar hampir sepekan, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara motor. Ketidaktertiban pengendara motor merupakan masalah tertinggi dan paling banyak mendapat tilang saat razia.
"Paling banyak pelanggar sepeda motor. Karena memang jumlahnya banyak, dan karena mereka fleksibel dalam mengendarai. pengendara bisa melalui jalan apa saja, bahkan trotar, dia ditilang karena potensi pelanggarannya banyak sekali," ujar Rikwwanto di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Senin (10/12/2012).
Bentuk pelanggaran lainnya, para pengendara motor sering menerobos rambu dan jalur busway karena menghindari kemacetan. "Karena tidak tertib dan ingin cepat jadi melanggar rambu, pengendara motor kerap menerobos rambu dan jalur busway dan jadi pelanggaran," jelasnya.
Menurut Rikwanto, hasil operasi yang digelarnya akan menjadi evaluasi dalam kebijakan lalu lintas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, hasil sementara razia yang digelar hampir sepekan, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara motor. Ketidaktertiban pengendara motor merupakan masalah tertinggi dan paling banyak mendapat tilang saat razia.
"Paling banyak pelanggar sepeda motor. Karena memang jumlahnya banyak, dan karena mereka fleksibel dalam mengendarai. pengendara bisa melalui jalan apa saja, bahkan trotar, dia ditilang karena potensi pelanggarannya banyak sekali," ujar Rikwwanto di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Senin (10/12/2012).
Bentuk pelanggaran lainnya, para pengendara motor sering menerobos rambu dan jalur busway karena menghindari kemacetan. "Karena tidak tertib dan ingin cepat jadi melanggar rambu, pengendara motor kerap menerobos rambu dan jalur busway dan jadi pelanggaran," jelasnya.
Menurut Rikwanto, hasil operasi yang digelarnya akan menjadi evaluasi dalam kebijakan lalu lintas.
(lns)