KPUD Bangkalan dinilai tidak perhatikan risiko sosial

Minggu, 09 Desember 2012 - 17:42 WIB
KPUD Bangkalan dinilai...
KPUD Bangkalan dinilai tidak perhatikan risiko sosial
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dinilai tidak memperhatikan risiko sosial dengan mendiskualifikasikan pasangan Imam Buchori dengan Zainan Alim sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bangkalan.

Hal itu disampaikan Komite Pemilih Indonesia (KPI) Jeirry Sumampow. Dia pun beranggapan apa yang dilakukan KPUD Bangkalan memiliki risiko yang tinggi di tengah situasi politik yang sedang bermasalah di wilayah tersebut.

"Kenapa KPU tidak mempertimbangkan risiko sosial yang terjadi. KPU mengambil risiko yang paling tinggi. Kalau dia mau, dia bisa ambil risiko lain. Jadi sangat riskan dalam situasi politik bangkalan, keputusan seperti ini diambil," jelas Jeirry dalam diskusi "Menyoal Independensi dan Profesionalitas Keputusan KPUD Bangkalan" di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2012).

Dia pun menduga ada muatan politis dari apa yang diputuskan oleh KPUD Bangkalan. Pasalnya, KPUD tersebut beralasan, putusan KPU mengenai penetapan calon dan pencabutan telah melalui mekanisme yang panjang.

"Putusan KPU soal penetapan calon dan pencabutan sudah melalui proses panjang. Ada proses yang mungkin dimainkan secara politis di sana (Pilkada Bangkalan)," katanya.

Jeirry juga mengatakan apa yang menjadi putusan KPUD Bangkalan terlihat dipaksakan, karena mereka tidak melakukan banding atas dampak yang terjadi jika putusan tersebut dijalankan.

"Dalam proses pengadilan terlihat agak dipaksakan. Dia (KPUD Bangkalan) tidak banding. Bahkan bisa diperhitungkan dampak sosial yang terjadi. Atas ini kan KPU didemo pendukung nomor urut satu karena ada ketidakadilan soal pendiskualifikasian. Ini masih menggantung," tutupnya.

Diketahui, menjelang Pilkada Kabupaten Bangkalan situasi di wilayah tersebut memanas lantaran massa pendukung pasangan calon Imam dan Zain yang tidak terima karena keduanya didiskualifikasi sebagai calon bupati. Atas hal itu massa menduduki kantor KPUD Bangkalan dan menutup akses jalan masuk menuju Madura dari Jembatan Suramadu.
(rsa)
Berita Terkait
Bursa Kandidat Calon...
Bursa Kandidat Calon Bupati Bangkalan 2024 Mulai Memanas
TPS Unik di Pilkada...
TPS Unik di Pilkada Bangkalan, Dekorasi Pengantin Penuh Bunga
Sejarah Baru! Khofifah...
Sejarah Baru! Khofifah Raih 58,10 Persen Suara di Bangkalan, Rebut Kemenangan Pertama Setelah 3 Kali Kalah
2 Pelaku Pembakaran...
2 Pelaku Pembakaran Maling Ditangkap, Kapolres Imbau yang Lain Serahkan Diri
Ini Pemicu Warga Bangkalan...
Ini Pemicu Warga Bangkalan Tenteng Celurit Nyaris Berakhir Carok di Hiburan Orkes
Massa Tolak Revisi UU...
Massa Tolak Revisi UU Pilkada Jebol Pagar DPRD di Bangkalan
Berita Terkini
El Nino Menguat, BMKG:...
El Nino Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang hingga Awal Agustus 2026
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Masih...
Polda Metro Jaya Masih Periksa Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 5 Anggotanya
8 jam yang lalu
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
13 jam yang lalu
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
13 jam yang lalu
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
13 jam yang lalu
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
15 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved