Positif flu burung, ratusan itik mati
Sabtu, 08 Desember 2012 - 07:05 WIB
Positif flu burung, ratusan itik mati
A
A
A
Sindonews.com - Kasus kematian mendadak 8.300 ekor itik dan 550 ekor bebek milik warga di Kabupaten Brebes, dinyatakan positif penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI).
Flu burung ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung, unggas atau ayam dengan kode genetik H5N1, yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Brebes Jhoni Murahman menjelaskan, dari hasil sementara rapid test atau tes cepat sampel menyatakan itu positif flu burung. "Rapid test menyatakan AI," katanya di Brebes, Sabtu (8/12/2012).
Kemudian, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan atau tes berikutnya yakni konfirmasi virus. Pihaknya dan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta telah mengambil sampel dari itik yang mati mendadak pada Selasa 4 Desember 2012 lalu.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil dari uji laboratorium balai besar. Tapi jika melihat gejala klinisnya mengarah atau mirip kepada faktor flu burung atau AI. "Cuma dengan gejala klinik ini tetap tidak bisa kita pastikan kecuali menunggu hasil laboratorium," tandasnya.
Adapun jika melihat diagnosa kematian itik mendadak ini mirip pula dengan diagnosa pembanding. Apakah itu Colora Unggas, ND, atau AI. Dengan penyebabnya adalah virus H5N1 yakni virus yang bisa menghancurkan darah.
Dinas akan berupaya melakukan penyemprotan ke kandang peternakan warga. Selain nanti akan menyiapkan vaksin usai balai besar menentukan jenis virus penyakit itik dan bebek.
Flu burung ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung, unggas atau ayam dengan kode genetik H5N1, yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Brebes Jhoni Murahman menjelaskan, dari hasil sementara rapid test atau tes cepat sampel menyatakan itu positif flu burung. "Rapid test menyatakan AI," katanya di Brebes, Sabtu (8/12/2012).
Kemudian, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan atau tes berikutnya yakni konfirmasi virus. Pihaknya dan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta telah mengambil sampel dari itik yang mati mendadak pada Selasa 4 Desember 2012 lalu.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil dari uji laboratorium balai besar. Tapi jika melihat gejala klinisnya mengarah atau mirip kepada faktor flu burung atau AI. "Cuma dengan gejala klinik ini tetap tidak bisa kita pastikan kecuali menunggu hasil laboratorium," tandasnya.
Adapun jika melihat diagnosa kematian itik mendadak ini mirip pula dengan diagnosa pembanding. Apakah itu Colora Unggas, ND, atau AI. Dengan penyebabnya adalah virus H5N1 yakni virus yang bisa menghancurkan darah.
Dinas akan berupaya melakukan penyemprotan ke kandang peternakan warga. Selain nanti akan menyiapkan vaksin usai balai besar menentukan jenis virus penyakit itik dan bebek.
(mhd)