Polisi akui, sulit bongkar bisnis prostitusi di Jakarta
Jum'at, 07 Desember 2012 - 21:00 WIB
Polisi akui, sulit bongkar bisnis prostitusi di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Tempat hiburan yang berkedok sebagai tempat prostitusi, membuat kepolisian sulit membongkar bisnis seks tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengatasi tempat dan titik mana saja yang dijadikan bisnis seks komersial ini di DKI Jakarta.
"Ada, enggak mungkin enggak ada. Tapi kita enggak bisa bilang satu titik. Karena mereka itu berpindah-pindah, enggak menetap di satu tempat. Kalau dulu ada tempat Kramat Tunggak, Jatinegara, tapi sekarangkan enggak ada," kata Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (7/12/2012).
Rikwanto menjelaskan, selain tidak menetap di satu tempat, mereka mempromosikan secara rapi dan sudah menggunakan teknologi canggih, seperti menggunakan website yang sulit untuk dilacak.
"Sekarang mereka itu beroperasi berbagai bentuk. Misalnya website, jadi ada yang koordinir, ada yang bekerja dan ada yang promosi. Saat ini sudah beda zaman," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini pemain prostitusi berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya kalangan pelajar atau mahasiswa.
"Banyak kalangan, kalangan mana saja ada. Ini (tempat prostitusi) akan terus ada, dan tidak bertempat pada satu tempat tertentu. Sulit (diungkap), harus ada informasi. Begitu ada informasi, kita selidiki," pungkasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengatasi tempat dan titik mana saja yang dijadikan bisnis seks komersial ini di DKI Jakarta.
"Ada, enggak mungkin enggak ada. Tapi kita enggak bisa bilang satu titik. Karena mereka itu berpindah-pindah, enggak menetap di satu tempat. Kalau dulu ada tempat Kramat Tunggak, Jatinegara, tapi sekarangkan enggak ada," kata Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (7/12/2012).
Rikwanto menjelaskan, selain tidak menetap di satu tempat, mereka mempromosikan secara rapi dan sudah menggunakan teknologi canggih, seperti menggunakan website yang sulit untuk dilacak.
"Sekarang mereka itu beroperasi berbagai bentuk. Misalnya website, jadi ada yang koordinir, ada yang bekerja dan ada yang promosi. Saat ini sudah beda zaman," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini pemain prostitusi berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya kalangan pelajar atau mahasiswa.
"Banyak kalangan, kalangan mana saja ada. Ini (tempat prostitusi) akan terus ada, dan tidak bertempat pada satu tempat tertentu. Sulit (diungkap), harus ada informasi. Begitu ada informasi, kita selidiki," pungkasnya.
(maf)