Angin kencang hantam Lahat
Jum'at, 07 Desember 2012 - 20:38 WIB
Angin kencang hantam Lahat
A
A
A
Sindonews.com - Hujan yang disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Lahat hingga malam ini menyebabkan rumah dan bangunan warung milik warga Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, porak poranda.
Sedikitnya tiga bangunan warung warga yang berada tepat di rumah makan Rantau Penantian (Rapen) pun tak luput dari terjangan angin kencang tersebut.
seorang pengurus Masjid Anatul Muhajirin yang juga warga setempat, Asnawi (54) mengaku, hujan telah turun sejak pukul 09.00 WIB, pagi. Namun, tak berapa lama, tiba tiba datang angin kencang. Tak ayal, tiga bangunan warng milik Supri, Misri, dan Ismi porak poranda dengan bagian atap terlepas akibat kuatnya hempasan angin.
"Masjid ini saja ikut jadi sasaran amukan angin. Lantai dan dinding masjid langsung jadi kotor karena sisa batubara yang berada di jalan ikut terbawa angin," jelas Asnawi, Jumat (7/12/2012).
Menurutnya, beruntung kondisi ini tidak lama dan warga setempat langsung membersihkan lantai yang berubah menjadi hitam tersebut.
Sementara, Kepala Desa Gedung Agung Periandi mengaku, hujan deras disertai angin kencang memang berlangsung sekira 15 menit. Namun, tidak kuatnya bangunan yang ada di sekitar tempat tinggalnya membuat peralatan rumah menjadi beterbangan.
“Warung yang berada di depan rumah makan itu pun memang tidak terlalu kuat dipaku. Akibatnya melayang dan hancur,” tegasnya.
Maka itu, Priandi mengimbau kepada semua masyarakat Desa Gedung Agung agar waspada memasuki musim penghujan karena di desa tersebut diketahui sangat rawan banjir dan longsor.
“Seperti tahun kemarin desa kita ini pernah banjir, untuk itu kepada semua masyarakat desa untuk waspada memasuki penghujan karena peramalan cuaca tak bisa ditentukan, maka lebih baik kita waspada dan mengantisipasinya terlebih dahulu,” pungkasnya.
Sedikitnya tiga bangunan warung warga yang berada tepat di rumah makan Rantau Penantian (Rapen) pun tak luput dari terjangan angin kencang tersebut.
seorang pengurus Masjid Anatul Muhajirin yang juga warga setempat, Asnawi (54) mengaku, hujan telah turun sejak pukul 09.00 WIB, pagi. Namun, tak berapa lama, tiba tiba datang angin kencang. Tak ayal, tiga bangunan warng milik Supri, Misri, dan Ismi porak poranda dengan bagian atap terlepas akibat kuatnya hempasan angin.
"Masjid ini saja ikut jadi sasaran amukan angin. Lantai dan dinding masjid langsung jadi kotor karena sisa batubara yang berada di jalan ikut terbawa angin," jelas Asnawi, Jumat (7/12/2012).
Menurutnya, beruntung kondisi ini tidak lama dan warga setempat langsung membersihkan lantai yang berubah menjadi hitam tersebut.
Sementara, Kepala Desa Gedung Agung Periandi mengaku, hujan deras disertai angin kencang memang berlangsung sekira 15 menit. Namun, tidak kuatnya bangunan yang ada di sekitar tempat tinggalnya membuat peralatan rumah menjadi beterbangan.
“Warung yang berada di depan rumah makan itu pun memang tidak terlalu kuat dipaku. Akibatnya melayang dan hancur,” tegasnya.
Maka itu, Priandi mengimbau kepada semua masyarakat Desa Gedung Agung agar waspada memasuki musim penghujan karena di desa tersebut diketahui sangat rawan banjir dan longsor.
“Seperti tahun kemarin desa kita ini pernah banjir, untuk itu kepada semua masyarakat desa untuk waspada memasuki penghujan karena peramalan cuaca tak bisa ditentukan, maka lebih baik kita waspada dan mengantisipasinya terlebih dahulu,” pungkasnya.
(rsa)