8.300 itik mati mendadak, diduga flu burung
Jum'at, 07 Desember 2012 - 14:53 WIB
8.300 itik mati mendadak, diduga flu burung
A
A
A
Sindonews.com - Kasus kematian mendadak 8.300 ekor itik dan 550 ekor bebek milik warga di Kabupaten Brebes, diduga terindikasi penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Brebes Jhoni Murahman menjelaskan, pihak Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta telah mengambil sampel dari itik yang mati mendadak pada Selasa 04 Desember 2012 lalu.
Dia mengaku, saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari uji laboratorium balai besar. Tapi jika melihat gejala klinisnya mengarah atau mirip kepada faktor flu burung atau AI.
"Cuma dengan gejala klinik ini tetap tidak bisa kita pastikan, kecuali menunggu hasil laboratorium," tandasnya, di Dinas Perternakan Brebes, Jumat (07/12/2012).
Jhoni menyebut, jika melihat diagnosa kematian itik mendadak tersebut, ini mirip pula dengan diagnosa pembanding. Apakah itu Colora Unggas, ND, atau AI, dengan penyebabnya adalah virus H5N1, yakni virus yang bisa menghancurkan darah.
"Maka itu, dinas akan berupaya melakukan penyemprotan ke kandang peternakan warga. Selain nanti akan menyiapkan vaksin usai balai besar menentukan jenis virus penyakit itik dan bebek," jelasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Brebes Jhoni Murahman menjelaskan, pihak Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta telah mengambil sampel dari itik yang mati mendadak pada Selasa 04 Desember 2012 lalu.
Dia mengaku, saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari uji laboratorium balai besar. Tapi jika melihat gejala klinisnya mengarah atau mirip kepada faktor flu burung atau AI.
"Cuma dengan gejala klinik ini tetap tidak bisa kita pastikan, kecuali menunggu hasil laboratorium," tandasnya, di Dinas Perternakan Brebes, Jumat (07/12/2012).
Jhoni menyebut, jika melihat diagnosa kematian itik mendadak tersebut, ini mirip pula dengan diagnosa pembanding. Apakah itu Colora Unggas, ND, atau AI, dengan penyebabnya adalah virus H5N1, yakni virus yang bisa menghancurkan darah.
"Maka itu, dinas akan berupaya melakukan penyemprotan ke kandang peternakan warga. Selain nanti akan menyiapkan vaksin usai balai besar menentukan jenis virus penyakit itik dan bebek," jelasnya.
(rsa)