Diguyur Rp250 M, korban lumpur tak bergeming

Selasa, 04 Desember 2012 - 19:11 WIB
Diguyur Rp250 M, korban...
Diguyur Rp250 M, korban lumpur tak bergeming
A A A
Sindonews.com - Meski Lapindo Brantas Inc akan mengucurkan dana Rp250 miliar untuk korban lumpur, warga tak bergeming hingga ada kepastian pelunasan.

"Kami tidak akan buka blokade tanggul sebelum pembayaran benar-benar lunas," ujar Pitanto, salah satu korban lumpur asal Desa Renokenongo, Selasa (4/12/2012).

Keputusan untuk tidak membuka blokade tanggul itu sudah dibicarakan oleh perwakilan korban lumpur. Mereka tak akan membuka blokade tanggul sebelum pembayaran lunas.

Pitanto mengakui, saat ini warga yang menjaga tanggul tidak sebanyak beberapa waktu lalu. Namun, ketika ada pergerakan yang dilakukan petugas BPLS, apalagi sampai meninggikan tanggul akan dihentikan.

Hal senada juga diungkapkan Sunarto, selaku koordinator korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak. Keputusan tetap menduduki tanggul, menurutnya sudah diputuskan oleh Sekretariat Gabungan korban lumpur.

"Warga yang meminta agar blokade tanggul jangan dihentikan sebelum lunas," paparnya.

Sunarto menambahkan, ketika warga mendapat kabar jika Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak) hanya mampu menyediakan dana Rp250 miliar, mereka terperangah. Sebab, Lapindo janjinya akan melunasi pembayaran akhir tahun ini.

Kini perwakilan korban lumpur dan Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo terus berupaya agar pemerintah melalui bank yang ada bisa memberi kredit ke Lapindo.

"Kalau tidak ada pinjaman dari bank, Bakrie tak bisa melunasi pembayaran," tandas Sunarto.

Wakil Ketua Pansus Lumpur DPRD Sidoarjo Mundzir Dwi Ilmiawan mengaku wajar bila warga tak mau membuka blokade tanggul.

"Pembayaran belum dilunasi. Hanya memblokade tanggul yang bisa dilakukan korban lumpur agar tuntutannya dipenuhi," ujarnya.

Politisi PDIP tersebut pesimis jika Lapindo bisa melunasi pembayaran akhir tahun ini. Meskipun nantinya dapat pinjaman bank masih butuh proses.

"Kalau dana Rp 250 miliar Minarak sudah siap kan akan dicairkan mulai 5 Desember," pungkasnya.

Sementara itu Humas BPLS Hengky Listria Adi saat dikonfirmasi terkait kondisi lumpur di kolam penampungan lumpur mengaku masih aman. Kendati demikian dia khawatir jika hujan turun dalam beberapa hari ini akan menyebabkan tanggul jebol.

"Kalau intensitas hujan tinggi, kami khawatir tanggul jebol," ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
19 menit yang lalu
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
52 menit yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
11 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
12 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
12 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
18 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved