Terlalu boros, Bupati Lutim pangkas Rp30 M
Selasa, 04 Desember 2012 - 17:11 WIB
Terlalu boros, Bupati Lutim pangkas Rp30 M
A
A
A
Sindonews.com - Dinilai terlalu boros, Bupati Luwu Timur (Lutim) Sulawesi Selatan memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebesar Rp30 miliar.
"Saya terpaksa memanggil seluruh unit kerja untuk memantau seluruh programkerja yang akan dianggarkan dalam APBD, sehingga nantinya tidak ada lagi program yang hanya memboroskan anggaran daerah apalagi tidak memilik azas manfaat bagi masyarakat,” kata Andi Hatta ketika memberikan sambutan dalam acara sosialisasi Forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) yang diselenggarakan Kesbang Lutim di aula Sasana Praja, Puncak Indah Malili, Selasa (4/12/2012).
Langkah yang dilakukan Hatta ini bertentangan dengan pola yang dilakukan pejabat lainnya yang cenderung menambah anggaran, baik dalan perjalanan dinas maupun kegiatan seremoni lainnya.
Menurut Hatta, sebelum penyerahan APBD di DPRD, maka dirinya telah memanggil seluruh kepala SKPD untuk mempresentasikan kegiatan yang dituangkan dalam rencana kerja anggaran.
Hasilnya, Hatta mengaku memangkas sekitar Rp30 miliar anggaran dari berbagai unit kerja yang dinilainya hanya pemborosan.
Bupati dua periode ini mengatakan sejumlah anggaran yang dipangkas seperti biaya perjalanan dinas para pejabat, kegiatan seremonial, pengadaan alat tulis kantor, serta program kegiatan lainnya yang dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat.
“Pengetatan dan efisiensi anggaran nantinya akan digunakan untuk
kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan benar-benar diupayakan untuk belanja publik, sehingga citra pemerintah sebagai pelayan masyarakat dapat terwujud,” tandasnya.
"Saya terpaksa memanggil seluruh unit kerja untuk memantau seluruh programkerja yang akan dianggarkan dalam APBD, sehingga nantinya tidak ada lagi program yang hanya memboroskan anggaran daerah apalagi tidak memilik azas manfaat bagi masyarakat,” kata Andi Hatta ketika memberikan sambutan dalam acara sosialisasi Forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) yang diselenggarakan Kesbang Lutim di aula Sasana Praja, Puncak Indah Malili, Selasa (4/12/2012).
Langkah yang dilakukan Hatta ini bertentangan dengan pola yang dilakukan pejabat lainnya yang cenderung menambah anggaran, baik dalan perjalanan dinas maupun kegiatan seremoni lainnya.
Menurut Hatta, sebelum penyerahan APBD di DPRD, maka dirinya telah memanggil seluruh kepala SKPD untuk mempresentasikan kegiatan yang dituangkan dalam rencana kerja anggaran.
Hasilnya, Hatta mengaku memangkas sekitar Rp30 miliar anggaran dari berbagai unit kerja yang dinilainya hanya pemborosan.
Bupati dua periode ini mengatakan sejumlah anggaran yang dipangkas seperti biaya perjalanan dinas para pejabat, kegiatan seremonial, pengadaan alat tulis kantor, serta program kegiatan lainnya yang dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat.
“Pengetatan dan efisiensi anggaran nantinya akan digunakan untuk
kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan benar-benar diupayakan untuk belanja publik, sehingga citra pemerintah sebagai pelayan masyarakat dapat terwujud,” tandasnya.
(ysw)