Kayu langka, nelayan bagan pancang terancam
Selasa, 04 Desember 2012 - 10:27 WIB
Kayu langka, nelayan bagan pancang terancam
A
A
A
Sindonews.com - Sulitnya mendapatkan kayu nibung, bahan utama mendirikan bangunan bagan pancang membuat nelayan di Sibolga gusar. Pasalnya, kelangkaan kayu tersebut mengancam kelangsungan usaha mereka.
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Arwan Swandy Hutagalung mewakili warga nelayan bagan pancang menyampaikan permohonan kepada Wali kota Sibolga Syarfi Hutauruk agar bersedia membantu membicarakan kelangkaan kayu Nibung tersebut di tingkat Musyawarah Unsur Pimpinan Daerah (Muspida) Sibolga dan instansi terkait lainnya.
“Kami sangat mengharapkan, kesediaan bapak Wali Kota untuk dapat membantu membicarakan kelangkaan kayu Nibung ini bersama unsur Muspida Sibolga-Tapteng serta instansi terkait lainnya, sehingga kami para nelayan bagan pancang diberi kemudahan untuk mengambil kayu Nibung tersebut dari hutan,” kata, Arwan didampingi Departemen Aksi GMKI, Piktor Zamili, Departemen Organisasi Yunias Dao, dan Departemen Kerohanian Evi Purba saat beraudiensi ke Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, Senin 3 Desember 2012.
Selain nelayan di Kecamatan Sibolga Utara, kata Arwan, cukup banyak juga nelayan dari daerah lain di Sibolga-Tapteng yang menggantungkan hidupnya menangkap ikan di laut menggunakan bagan Pancang yang bangunannya menggunakan batang kayu pohon Nibung tersebut.
Sementara bila pohon Nibung ditebang tanpa izin, akan ditangkap dan masyarakat nelayan yang menebang kayu akan dipenjara dan ditetapkan sebagai tersangka pelaku ilegal logging.
“Selain nibung, Bambu dan pohon Pinang sebenarnya juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan bagan pancang, Tetapi hanya dapat bertahan paling lama enam bulan dengan biaya yang cukup besar mencapai puluhan juta dan kalau Nibung, daya tahannya dapat mencapai dua tahun lebih,” tutur Arwan.
Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk menyambut baik aspirasi mahasiswa GMKI dan akan mempertimbangkannya.
“Mudah - mudahan, aspirasi ini nantinya mendapat respon positif, sehingga nelayan bagan Pancang tidak kesulitan memeroleh bahan baku kayu nibung,” tandas Wali Kota didampingi Kabag Humas Srasamaluddin dan Kakan Kesbangpol Linmas DT Tamba.
Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Arwan Swandy Hutagalung mewakili warga nelayan bagan pancang menyampaikan permohonan kepada Wali kota Sibolga Syarfi Hutauruk agar bersedia membantu membicarakan kelangkaan kayu Nibung tersebut di tingkat Musyawarah Unsur Pimpinan Daerah (Muspida) Sibolga dan instansi terkait lainnya.
“Kami sangat mengharapkan, kesediaan bapak Wali Kota untuk dapat membantu membicarakan kelangkaan kayu Nibung ini bersama unsur Muspida Sibolga-Tapteng serta instansi terkait lainnya, sehingga kami para nelayan bagan pancang diberi kemudahan untuk mengambil kayu Nibung tersebut dari hutan,” kata, Arwan didampingi Departemen Aksi GMKI, Piktor Zamili, Departemen Organisasi Yunias Dao, dan Departemen Kerohanian Evi Purba saat beraudiensi ke Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, Senin 3 Desember 2012.
Selain nelayan di Kecamatan Sibolga Utara, kata Arwan, cukup banyak juga nelayan dari daerah lain di Sibolga-Tapteng yang menggantungkan hidupnya menangkap ikan di laut menggunakan bagan Pancang yang bangunannya menggunakan batang kayu pohon Nibung tersebut.
Sementara bila pohon Nibung ditebang tanpa izin, akan ditangkap dan masyarakat nelayan yang menebang kayu akan dipenjara dan ditetapkan sebagai tersangka pelaku ilegal logging.
“Selain nibung, Bambu dan pohon Pinang sebenarnya juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan bagan pancang, Tetapi hanya dapat bertahan paling lama enam bulan dengan biaya yang cukup besar mencapai puluhan juta dan kalau Nibung, daya tahannya dapat mencapai dua tahun lebih,” tutur Arwan.
Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk menyambut baik aspirasi mahasiswa GMKI dan akan mempertimbangkannya.
“Mudah - mudahan, aspirasi ini nantinya mendapat respon positif, sehingga nelayan bagan Pancang tidak kesulitan memeroleh bahan baku kayu nibung,” tandas Wali Kota didampingi Kabag Humas Srasamaluddin dan Kakan Kesbangpol Linmas DT Tamba.
(ysw)