Pedagang keluhkan adanya operasi penertiban
Senin, 03 Desember 2012 - 17:14 WIB
Pedagang keluhkan adanya operasi penertiban
A
A
A
Sindonews.com - Pedagang asongan Stasiun Manggarai mengeluh, dengan adanya penertiban pedagang asongan di stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Salah satunya Amran (46) yang mengaku bingung bila tidak lagi diberikan kesempatan untuk berdagang di Peron Stasiun. Maka, ia tidak punya lokasi lagi untuk berdagang.
"Tidak ada tempat lain untuk berdagang,” kata Amran di Stasiun Manggarai, Senin (3/12/2012).
Pria asal Semarang ini mengaku sudah berdagang di peron selama enam bulan terakhir. Tapi tidak ada pemberitahuan soal larangan berdagang di stasiun.
"Saya sudah enam bulan turun naik kereta berdagang, biasa mangkal juga di sini tapi saya tidak pernah tahu adanya larangan," ujarnya.
Ia berharap jika adanya larangan berdagang di peron, maka pemerintah setidaknya menyediakan lokasi dagang yang harganya terjangkau.
"Kalau pemerintah hanya melarang, tanpa memperhatikan nasip pedagang. Bagaimana saya bisa bertahan hidup." Lanjutnya.
Sutarman mengatakan, tidak ada catatan jumlah pedagang di Manggarai, karena mereka biasanya pindah dari satu stasiun ke stasiun lain, dan kadang mangkal di stasiun lainnya.
"Soal jumlah pedagang, saya tidak punya data karena jumlah mereka tidak tetap, dan selalu pindah-pindah." ujarnya.
Salah satunya Amran (46) yang mengaku bingung bila tidak lagi diberikan kesempatan untuk berdagang di Peron Stasiun. Maka, ia tidak punya lokasi lagi untuk berdagang.
"Tidak ada tempat lain untuk berdagang,” kata Amran di Stasiun Manggarai, Senin (3/12/2012).
Pria asal Semarang ini mengaku sudah berdagang di peron selama enam bulan terakhir. Tapi tidak ada pemberitahuan soal larangan berdagang di stasiun.
"Saya sudah enam bulan turun naik kereta berdagang, biasa mangkal juga di sini tapi saya tidak pernah tahu adanya larangan," ujarnya.
Ia berharap jika adanya larangan berdagang di peron, maka pemerintah setidaknya menyediakan lokasi dagang yang harganya terjangkau.
"Kalau pemerintah hanya melarang, tanpa memperhatikan nasip pedagang. Bagaimana saya bisa bertahan hidup." Lanjutnya.
Sutarman mengatakan, tidak ada catatan jumlah pedagang di Manggarai, karena mereka biasanya pindah dari satu stasiun ke stasiun lain, dan kadang mangkal di stasiun lainnya.
"Soal jumlah pedagang, saya tidak punya data karena jumlah mereka tidak tetap, dan selalu pindah-pindah." ujarnya.
(stb)