Pilkada Bekasi tak mempan black campaign
Senin, 03 Desember 2012 - 13:01 WIB
Pilkada Bekasi tak mempan black campaign
A
A
A
Sindonews.com - Suhu politik di Bekasi makin panas menjelang pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 16 Desember mendatang. Pasalnya, sejumlah kandidat mulai mengeluarkan jurus saling menjatuhkan pada masa-masa akhir kampanye.
Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi Haris Budiyono, mengatakan, black campaign untuk menjatuhkan pasangan lain memang sudah marak. Meski masih dalam situasi yang kondusif, namun aksi agitasi dan propaganda yang mengarah kepada black campaign patut disayangkan.
"Menurut saya cara semacam ini kurang elok karena muncul di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada. Seharusnya, semua pihak mampu menjaga kondisi yang ada sehingga perhelatan pesta demokrasi di Bekasi tetap berkualitas," katanya di Kampus Unisma Bekasi, Bekasi, Senin (3/12/2012).
Haris mengakui, hampir di semua ajang Pilkada, aksi black campaign muncul. Pada umumnya para kandidat maupun tim sukses mencoba mencari kelemahan lawan-lawannya yang lebih kuat.
Meski demikian, Kepala Pusat Kajian Otonomi dan Pembangunan Daerah (Puskopda) Unisma Bekasi ini yakin, masyarakat Bekasi sudah cerdas dalam memilih. Opini black campaign, kata dia, tidak mempengaruhi sikap masyarakat.
"Masyarakat Bekasi saya kira sudah mampu membedakan mana yang black campaign, mana yang memang memiliki kapasitas dalam memimpin Bekasi ke depan," tegasnya.
Namun menurutnya, black campaign yang semakin terbuka justru akan menguntungkan kandidat yang diserang. Sebab masyarakat Indonesia lebih iba dan simpatik kepada sosok yang dizalimi. Selain itu, kemenangan kandidat akan ditentukan oleh sejauh mana content dan program konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pendekatan kandidat ke masyarakat dan kreatifitas pencitraan juga lebih menentukan. Dan saya melihat, Pemerintahan Kota Bekasi yang sekarang berhasil menjalankan tugas hingga periode berakhir sampai terjadinya pelaksanaan Pilkada," ujarnya.
Pilkada Kota Bekasi sendiri diikuti lima pasang calon. Yakni, nomor urut 1 calon independen Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (Salam). Nomor urut 2 pasangan Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imamudin (SM2) diusung PDIP, PBB, dan PDS. Sumiyati adalah istri mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad yang lengser, karena dipenjara akibat terjerat kasus korupsi.
Nomor urut 3 pasangan Dadang Mulyadi-Lucky Hakim (Dalu) didukung PAN, Gerindra, dan PPP. Dadang adalah Sekda Kabupaten Bekasi, sedangkan Lucky dikenal sebagai artis.
Nomor urut 4 pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (PAS) diusung Golkar, PKS, Hanura, dan PKB. Nomor urut 5 pasangan Awing Asmawi-Andi Zabidi (Azib) diusung Partai Demokrat.
Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi Haris Budiyono, mengatakan, black campaign untuk menjatuhkan pasangan lain memang sudah marak. Meski masih dalam situasi yang kondusif, namun aksi agitasi dan propaganda yang mengarah kepada black campaign patut disayangkan.
"Menurut saya cara semacam ini kurang elok karena muncul di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada. Seharusnya, semua pihak mampu menjaga kondisi yang ada sehingga perhelatan pesta demokrasi di Bekasi tetap berkualitas," katanya di Kampus Unisma Bekasi, Bekasi, Senin (3/12/2012).
Haris mengakui, hampir di semua ajang Pilkada, aksi black campaign muncul. Pada umumnya para kandidat maupun tim sukses mencoba mencari kelemahan lawan-lawannya yang lebih kuat.
Meski demikian, Kepala Pusat Kajian Otonomi dan Pembangunan Daerah (Puskopda) Unisma Bekasi ini yakin, masyarakat Bekasi sudah cerdas dalam memilih. Opini black campaign, kata dia, tidak mempengaruhi sikap masyarakat.
"Masyarakat Bekasi saya kira sudah mampu membedakan mana yang black campaign, mana yang memang memiliki kapasitas dalam memimpin Bekasi ke depan," tegasnya.
Namun menurutnya, black campaign yang semakin terbuka justru akan menguntungkan kandidat yang diserang. Sebab masyarakat Indonesia lebih iba dan simpatik kepada sosok yang dizalimi. Selain itu, kemenangan kandidat akan ditentukan oleh sejauh mana content dan program konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pendekatan kandidat ke masyarakat dan kreatifitas pencitraan juga lebih menentukan. Dan saya melihat, Pemerintahan Kota Bekasi yang sekarang berhasil menjalankan tugas hingga periode berakhir sampai terjadinya pelaksanaan Pilkada," ujarnya.
Pilkada Kota Bekasi sendiri diikuti lima pasang calon. Yakni, nomor urut 1 calon independen Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (Salam). Nomor urut 2 pasangan Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imamudin (SM2) diusung PDIP, PBB, dan PDS. Sumiyati adalah istri mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad yang lengser, karena dipenjara akibat terjerat kasus korupsi.
Nomor urut 3 pasangan Dadang Mulyadi-Lucky Hakim (Dalu) didukung PAN, Gerindra, dan PPP. Dadang adalah Sekda Kabupaten Bekasi, sedangkan Lucky dikenal sebagai artis.
Nomor urut 4 pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (PAS) diusung Golkar, PKS, Hanura, dan PKB. Nomor urut 5 pasangan Awing Asmawi-Andi Zabidi (Azib) diusung Partai Demokrat.
(mhd)