Pemkab Wajo akan luncurkan kartu BBM petani
Senin, 03 Desember 2012 - 06:08 WIB
Pemkab Wajo akan luncurkan kartu BBM petani
A
A
A
Sindonews.com - Untuk membantu petani, Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan akan menerbitkan kartu bahan bakar minyak (BBM) khusus bagi petani. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Wajo masih melakukan inventarisasi jumlah petani.
"Setelah melakukan tahap invetarisasi input data-data soal berapa jumlah petani atau kelompok tani yang ada di Kabupaten Wajo, baru kita buat kartunya," kata Kabag perekonomian Pemkab Wajo M Arwes, Minggu (2/11/2012).
Penerbitan kartu itu ini sendiri bertujuan untuk memudahkan pemerintah melakukan pengawasan juga mempermudah petani dan nelayan membeli BBM.
Saat ini Pemkab Wajo sedang dalam proses perampungan setelah sebelumnya melakukan input data terkait berapa jumlah total petani atau
kelompok tani untuk selanjutnya diberikan kartu BBM tersebut.
"Nah dalam proses perampungan ini nantinya kami akan kembali kami bahas dengan Instansi Ketahanan Pangan sebagai leading sektor petani untuk mencocokkan dan mendapatkan data yang valid soal jumlah petani dan kartu yang nantinya akan diluncurkan tersebut, setelah semua proses rampung, baru kami berikan kartu BBM terhadap masing-masing kelompok atau petani," katanya.
Dia menjelaskan, Pemkab sengaja menerbitkan kartu kontrol untuk petani dan nelayan yang akan membeli BBM bersubsidi di SPBU. Kartu itu menjadi surat rekomendasi untuk mengontrol jumlah pembelian BBM bagi petani dan nelayan.
"Setiap transaksi pembelian di SPBU distempel untuk menghindari penyalahgunaan dan pembelian tidak tepat sasaran, dan setiap petani atau kelompok yang menggunakan kartu itu juga akan dibatasi pemberian untuk pembelian BBM tersebut, semuanya tergantung dari kebutuhan yang diperlukan," katanya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima sekitar 5000-an lebih data petani dan nelayan di Wajo. Pendataan itu dilakukan para penyuluh pertanian lapangan (PPL).
"Kalau datanya sudah final, kami segera cetak kartunya," katanya.
Salah seorang anggota Kelompok Tani di Wajo, Amiruddin, berharap Pemkab segera meluncurkan kartu tersebut, karena di sebagian besar wilayah Kabupaten Wajo sudah memasuki musim tanam.
"Dalam musim tanam petani sudah membutuhkan BBM untuk mengolah sawah, maupun untuk pompanisasi. Tentu kami berharap dengan adanya kartu itu maka petani dapat lebih mudah mendapatkan BBM," katanya.
"Setelah melakukan tahap invetarisasi input data-data soal berapa jumlah petani atau kelompok tani yang ada di Kabupaten Wajo, baru kita buat kartunya," kata Kabag perekonomian Pemkab Wajo M Arwes, Minggu (2/11/2012).
Penerbitan kartu itu ini sendiri bertujuan untuk memudahkan pemerintah melakukan pengawasan juga mempermudah petani dan nelayan membeli BBM.
Saat ini Pemkab Wajo sedang dalam proses perampungan setelah sebelumnya melakukan input data terkait berapa jumlah total petani atau
kelompok tani untuk selanjutnya diberikan kartu BBM tersebut.
"Nah dalam proses perampungan ini nantinya kami akan kembali kami bahas dengan Instansi Ketahanan Pangan sebagai leading sektor petani untuk mencocokkan dan mendapatkan data yang valid soal jumlah petani dan kartu yang nantinya akan diluncurkan tersebut, setelah semua proses rampung, baru kami berikan kartu BBM terhadap masing-masing kelompok atau petani," katanya.
Dia menjelaskan, Pemkab sengaja menerbitkan kartu kontrol untuk petani dan nelayan yang akan membeli BBM bersubsidi di SPBU. Kartu itu menjadi surat rekomendasi untuk mengontrol jumlah pembelian BBM bagi petani dan nelayan.
"Setiap transaksi pembelian di SPBU distempel untuk menghindari penyalahgunaan dan pembelian tidak tepat sasaran, dan setiap petani atau kelompok yang menggunakan kartu itu juga akan dibatasi pemberian untuk pembelian BBM tersebut, semuanya tergantung dari kebutuhan yang diperlukan," katanya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima sekitar 5000-an lebih data petani dan nelayan di Wajo. Pendataan itu dilakukan para penyuluh pertanian lapangan (PPL).
"Kalau datanya sudah final, kami segera cetak kartunya," katanya.
Salah seorang anggota Kelompok Tani di Wajo, Amiruddin, berharap Pemkab segera meluncurkan kartu tersebut, karena di sebagian besar wilayah Kabupaten Wajo sudah memasuki musim tanam.
"Dalam musim tanam petani sudah membutuhkan BBM untuk mengolah sawah, maupun untuk pompanisasi. Tentu kami berharap dengan adanya kartu itu maka petani dapat lebih mudah mendapatkan BBM," katanya.
(ysw)