Khofifah makin pede didukung kader NU
Jum'at, 30 November 2012 - 21:04 WIB
Khofifah makin pede didukung kader NU
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa), dan badan otonom pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), resmi mendukung Khofifah Indar Parawansa dalam perhelatan Pemilihan Guberur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim).
Dukungan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum DKN Garda Bangsa M Hanif Dhakiri kepada Khofifah, di Jakarta. Hanif yang juga Ketua DPP PKB itu, didampingi Sekjen DKN Garda Bangsa Malik Haromain, dan Wakil Sekjen DPP PKB Zainul Munasichin.
"Ada tiga alasan utama mengapa Garda Bangsa memilih Khofifah bukan yang lain. Pertama, Khofifah adalah kader asli NU dan PKB. Kedua, pengalaman Khofifah dalam mengelola pemerintahan sangat memadai, baik sebagai mantan anggota DPR dari Fraksi PKB maupun Menteri Pemberdayaan Perempuan," ujar Hanif, di Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Selanjutnya, dari sekian kandidat gubernur yang beredar sekarang, hanya Khofifah yang memiliki dukungan basis secara kongkret. Posisinya sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, menjadikan Khofifah memiliki modal sosial paling kuat dan nyaris tak tertandingi.
"Elektabilitas Mbak Khofifah sangat tinggi, karenanya saya yakin dia akan menang kalau diusung PKB dengan siapapun partner koalisinya yang diperlukan," terang Hanif.
Dia menambahkan, membawa nama Khofifah untuk diusulkan ke DPP PKB agar memperoleh rekomendasi untuk maju sebagai calon gubernur. "Saya mewakili pandangan pribadi saya, dan juga aspirasi teman-teman muda PKB. Ini saatnya Jawa Timur dipimpin oleh kader NU-PKB yang berintegritas, kapabel dan visioner," terangnya.
Menanggapi dukungan Garda Bangsa, Khofifah yang duduk di samping Hanif mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, dukungan Garda Bangsa semakin menguatkan keyakinannya untuk memimpin Jawa Timur.
"Dukungan (Garda Bangsa) ini, menguatkan keyakinan saya bahwa dukungan basis-basis NU kepada saya, yang katanya sudah 'dipreteli', ternyata tidak benar, bahkan terus menguat," jelasnya.
Bukan hanya itu, Khofifah menjelaskan, dukungan juga terus mengalir dari kelompok-kelompok di luar NU, seperti kalangan kampus, profesional, aktivis, dan pengusaha.
Dukungan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum DKN Garda Bangsa M Hanif Dhakiri kepada Khofifah, di Jakarta. Hanif yang juga Ketua DPP PKB itu, didampingi Sekjen DKN Garda Bangsa Malik Haromain, dan Wakil Sekjen DPP PKB Zainul Munasichin.
"Ada tiga alasan utama mengapa Garda Bangsa memilih Khofifah bukan yang lain. Pertama, Khofifah adalah kader asli NU dan PKB. Kedua, pengalaman Khofifah dalam mengelola pemerintahan sangat memadai, baik sebagai mantan anggota DPR dari Fraksi PKB maupun Menteri Pemberdayaan Perempuan," ujar Hanif, di Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Selanjutnya, dari sekian kandidat gubernur yang beredar sekarang, hanya Khofifah yang memiliki dukungan basis secara kongkret. Posisinya sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, menjadikan Khofifah memiliki modal sosial paling kuat dan nyaris tak tertandingi.
"Elektabilitas Mbak Khofifah sangat tinggi, karenanya saya yakin dia akan menang kalau diusung PKB dengan siapapun partner koalisinya yang diperlukan," terang Hanif.
Dia menambahkan, membawa nama Khofifah untuk diusulkan ke DPP PKB agar memperoleh rekomendasi untuk maju sebagai calon gubernur. "Saya mewakili pandangan pribadi saya, dan juga aspirasi teman-teman muda PKB. Ini saatnya Jawa Timur dipimpin oleh kader NU-PKB yang berintegritas, kapabel dan visioner," terangnya.
Menanggapi dukungan Garda Bangsa, Khofifah yang duduk di samping Hanif mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, dukungan Garda Bangsa semakin menguatkan keyakinannya untuk memimpin Jawa Timur.
"Dukungan (Garda Bangsa) ini, menguatkan keyakinan saya bahwa dukungan basis-basis NU kepada saya, yang katanya sudah 'dipreteli', ternyata tidak benar, bahkan terus menguat," jelasnya.
Bukan hanya itu, Khofifah menjelaskan, dukungan juga terus mengalir dari kelompok-kelompok di luar NU, seperti kalangan kampus, profesional, aktivis, dan pengusaha.
(san)