Program rawat inap gratis di Puskesmas terancam
Jum'at, 30 November 2012 - 20:14 WIB
Program rawat inap gratis di Puskesmas terancam
A
A
A
Sindonews.com - Program peningkatan pelayanan kesehatan pada tahun 2013 di Yogyakarta dikhawatirkan tidak semua dapat terlaksana. Salah satunya program rawat inap gratis di Puskesmas.
DPRD dan Pemkot Yogyakarta sendiri hingga kini masih melakukan pembahasan anggaran untuk kepentingan tersebut.
Ketua komisi D DPRD Yogyakarta Sujanarko mengatakan terealisasi atau tidak program rawat inap gratis di Puskesmas bagi warga Yogyakarta ini, tergantung dengan ketersediaan anggaran. Jika anggaran ada pastinya akan terlaksana, namun bila anggaran tidak mencukupi perlu mencari alternatif lain.
“Karena itulah, kami dan TAPD pemkot Yogyakarta saat ini sedang mengodok anggaran untuk pos tersebut,” kata Sujanarko, Jumat (30/11/2012).
Sujarnarko menjelaskan besarnya anggaran itu bukan hanya untuk pembiayaan kesehatan warga, namun juga untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), baik tenaga operasional di Puskesmas maupun kantor jamkesda. Terutama, tenaga information technology (IT) dan operasional komputer.
“Penyiapan tenaga ini sangat penting, sebab nantinya dalam pelayanan kesehatan memakai sistem komputerisasi. Sehingga semua unit pelayanan kesehatan akan terintegral atau menyatu,” papar politisi PDIP ini.
Sujanarko menambahkan untuk pelayanan jaminan kesehatan (Jamkes) 2013 nanti dapat terlayani di seluruh rumah sakit yang bermitra dengan Pemkot Yogyakarta, termasuk di RSUP Sardjito.
Pelayanan sendiri sudah dapat dimulai pada bulan Desember ini, hanya saja untuk tahap awal, baru dapat terlayani di RSUD Yogyakarta.
“Karena sudah terintegral, maka nantinya, warga bisa mendapatkan pelayanan di semua rumah sakit provider,” jelasnya.
DPRD dan Pemkot Yogyakarta sendiri hingga kini masih melakukan pembahasan anggaran untuk kepentingan tersebut.
Ketua komisi D DPRD Yogyakarta Sujanarko mengatakan terealisasi atau tidak program rawat inap gratis di Puskesmas bagi warga Yogyakarta ini, tergantung dengan ketersediaan anggaran. Jika anggaran ada pastinya akan terlaksana, namun bila anggaran tidak mencukupi perlu mencari alternatif lain.
“Karena itulah, kami dan TAPD pemkot Yogyakarta saat ini sedang mengodok anggaran untuk pos tersebut,” kata Sujanarko, Jumat (30/11/2012).
Sujarnarko menjelaskan besarnya anggaran itu bukan hanya untuk pembiayaan kesehatan warga, namun juga untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), baik tenaga operasional di Puskesmas maupun kantor jamkesda. Terutama, tenaga information technology (IT) dan operasional komputer.
“Penyiapan tenaga ini sangat penting, sebab nantinya dalam pelayanan kesehatan memakai sistem komputerisasi. Sehingga semua unit pelayanan kesehatan akan terintegral atau menyatu,” papar politisi PDIP ini.
Sujanarko menambahkan untuk pelayanan jaminan kesehatan (Jamkes) 2013 nanti dapat terlayani di seluruh rumah sakit yang bermitra dengan Pemkot Yogyakarta, termasuk di RSUP Sardjito.
Pelayanan sendiri sudah dapat dimulai pada bulan Desember ini, hanya saja untuk tahap awal, baru dapat terlayani di RSUD Yogyakarta.
“Karena sudah terintegral, maka nantinya, warga bisa mendapatkan pelayanan di semua rumah sakit provider,” jelasnya.
(ysw)