Nikahi gadis remaja, Aher nasihati Bupati Garut
Jum'at, 30 November 2012 - 17:18 WIB
Nikahi gadis remaja, Aher nasihati Bupati Garut
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan sudah melakukan pemanggilan dan memberikan nasihat kepada Bupati Garut Aceng Fikri lantaran menikahi gadis di bawah umur Fani Oktora.
"Saya memanggil, saya menasihati," ujar Aher, di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Menurut Aher, menurut Undang-undang (UU) perilaku Aceng tak dapat diganjar dengan sanksi. Namun sikapnya yang menikahi gadis di bawah umur dan menceraikan setelah empat hari menikah sudah pasti akan mendapat hukuman secara moral.
"Hukuman sanksi secara UU tidak ada, tapi tentu ada sanksi moral karena dia dipilih langsung oleh masyarakat," katanya.
Sebelumnya, dalam jumpa pers yang digelar di kediamannya di Pendopo Garut, Jumat 23 November 2012 lalu, Aceng mengakui sudah menikahi Fani dan menceraikannya empat hari kemudian melalui SMS.
Menurut Aceng, permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan lima bulan lalu. Pernikahannya sendiri berlangsung pada 14 Juli 2012.
Aceng menjelaskan, ada permasalahan keluarga yang tidak mungkin diungkapkan ke publik terkait alasan perceraiannya. Semua permintaan mantan istri, kata Aceng, sudah dipenuhi. Selain itu ada surat pernyataan yang ditandatangi oleh Fani.
Aceng menilai permasalahan tersebut sengaja dimunculkan kembali oleh pihak tertentu. Hal ini terkait posisinya sebagai bupati sehingga namanya akan jatuh.
"Saya memanggil, saya menasihati," ujar Aher, di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Menurut Aher, menurut Undang-undang (UU) perilaku Aceng tak dapat diganjar dengan sanksi. Namun sikapnya yang menikahi gadis di bawah umur dan menceraikan setelah empat hari menikah sudah pasti akan mendapat hukuman secara moral.
"Hukuman sanksi secara UU tidak ada, tapi tentu ada sanksi moral karena dia dipilih langsung oleh masyarakat," katanya.
Sebelumnya, dalam jumpa pers yang digelar di kediamannya di Pendopo Garut, Jumat 23 November 2012 lalu, Aceng mengakui sudah menikahi Fani dan menceraikannya empat hari kemudian melalui SMS.
Menurut Aceng, permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan lima bulan lalu. Pernikahannya sendiri berlangsung pada 14 Juli 2012.
Aceng menjelaskan, ada permasalahan keluarga yang tidak mungkin diungkapkan ke publik terkait alasan perceraiannya. Semua permintaan mantan istri, kata Aceng, sudah dipenuhi. Selain itu ada surat pernyataan yang ditandatangi oleh Fani.
Aceng menilai permasalahan tersebut sengaja dimunculkan kembali oleh pihak tertentu. Hal ini terkait posisinya sebagai bupati sehingga namanya akan jatuh.
(rsa)