Besok, Jalan Kleringan satu arah
Kamis, 29 November 2012 - 18:35 WIB
Besok, Jalan Kleringan satu arah
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengurangi penumpukan kendaraan di kawasan Malioboro, mulai besok Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan menerapkan satu arah untuk Jalan Kleringan.
Bagi pengendara dari arah Jalan Mangkubumi dan Jalan Pasar Kembang yang akan ke Malioboro serta dari Jalan Mataram ke kota baru harus memutar melalui jembatan Amarta.
Kabid Binamarga Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Dinkimpraswil) Yogyakarta Wijayanto mengatakan, dengan adanya pengatur arus lalu lintas ini, nantinya arus lalu lintas, baik dari Jalan Mangkubumi maupun Pasar Kembang yang akan ke Malioboro ada perubahan.
Arus lalu lintas dari Jalan Mangkubumi tidak lagi melewati bawah jembatan rel kereta api Kewek, namun melewati jembatan Amarta dan memutar air mancur Kleringan arah Malioboro.
Untuk yang dari arah Jalan Pasar Kembang, yang tadinya setelah lampu merah videotron bisa langsung menuju gardu listrik dan belok kanan ke Malioboro. Dengan adanya perubahan ini, tidak lagi, tetapi harus melewati jalan bawah jembatan rel kereta api Kewek, kemudian melewati jembatan Amarta dan belok kanan memutar air mancur ke arah Malioboro.
“Jadi nantinya untuk jalan bawah jembatan rel kereta api Kewek, yang tadinya dari utara ke selatan menjadi dari selatan ke utara, begitu juga jalan jembatan Kewek hanya satu arah dari arah Kotabaru menuju Malioboro atau Jalan Mataram,” kata Wijayanto terkait dengan rencana perubahan manajemen arus lalu lintas di kawasan Kleringan, di aula Humas Pemkot Yogyakarta, Kamis (29/11/2012)
Kemudian yang dari arah Jalan Mataram ke Kotabaru, yang tadinya setelah lampu merah gardu listrik bisa langsung belok kanan ke arah jembatan Kewek, dengan adanya perubahan manajemen lalu lintas ini, tidak melewati jembatan Kewek, tetapi melewati jalan di bawah jembatan rel kereta api Kewek dan memutar jembatan Amarta baru ke kiri menuju Kotabaru.
“Dengan adanya pengalihan arus lalu lintas ini, akan ada penambahan jarak tempuh sekitar 500 meter,” terangnya.
Wijayanto menambahkan untuk mendukung pelaksanaan perubahan sistem manajemen lalu lintas tersebut, juga akan ada perubahan letak rambu lalu lintas dan penambahan alat pemberi isyarat lampu lalu lintas (APILL).
Dimana untuk rambu lalu lintas nantinya hanya akan di pusatkan di gardu listrik dan untuk APILL di tempatkan di simpang tiga jembatan Amarta.
“Selain itu juga akan ada penunjuk arah arus lalu lintas, sehingga dengan kesiapan ini diharapkan dapat membantu pengendara yang melewati kawasan ini,” harapnya.
Bagi pengendara dari arah Jalan Mangkubumi dan Jalan Pasar Kembang yang akan ke Malioboro serta dari Jalan Mataram ke kota baru harus memutar melalui jembatan Amarta.
Kabid Binamarga Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Dinkimpraswil) Yogyakarta Wijayanto mengatakan, dengan adanya pengatur arus lalu lintas ini, nantinya arus lalu lintas, baik dari Jalan Mangkubumi maupun Pasar Kembang yang akan ke Malioboro ada perubahan.
Arus lalu lintas dari Jalan Mangkubumi tidak lagi melewati bawah jembatan rel kereta api Kewek, namun melewati jembatan Amarta dan memutar air mancur Kleringan arah Malioboro.
Untuk yang dari arah Jalan Pasar Kembang, yang tadinya setelah lampu merah videotron bisa langsung menuju gardu listrik dan belok kanan ke Malioboro. Dengan adanya perubahan ini, tidak lagi, tetapi harus melewati jalan bawah jembatan rel kereta api Kewek, kemudian melewati jembatan Amarta dan belok kanan memutar air mancur ke arah Malioboro.
“Jadi nantinya untuk jalan bawah jembatan rel kereta api Kewek, yang tadinya dari utara ke selatan menjadi dari selatan ke utara, begitu juga jalan jembatan Kewek hanya satu arah dari arah Kotabaru menuju Malioboro atau Jalan Mataram,” kata Wijayanto terkait dengan rencana perubahan manajemen arus lalu lintas di kawasan Kleringan, di aula Humas Pemkot Yogyakarta, Kamis (29/11/2012)
Kemudian yang dari arah Jalan Mataram ke Kotabaru, yang tadinya setelah lampu merah gardu listrik bisa langsung belok kanan ke arah jembatan Kewek, dengan adanya perubahan manajemen lalu lintas ini, tidak melewati jembatan Kewek, tetapi melewati jalan di bawah jembatan rel kereta api Kewek dan memutar jembatan Amarta baru ke kiri menuju Kotabaru.
“Dengan adanya pengalihan arus lalu lintas ini, akan ada penambahan jarak tempuh sekitar 500 meter,” terangnya.
Wijayanto menambahkan untuk mendukung pelaksanaan perubahan sistem manajemen lalu lintas tersebut, juga akan ada perubahan letak rambu lalu lintas dan penambahan alat pemberi isyarat lampu lalu lintas (APILL).
Dimana untuk rambu lalu lintas nantinya hanya akan di pusatkan di gardu listrik dan untuk APILL di tempatkan di simpang tiga jembatan Amarta.
“Selain itu juga akan ada penunjuk arah arus lalu lintas, sehingga dengan kesiapan ini diharapkan dapat membantu pengendara yang melewati kawasan ini,” harapnya.
(ysw)