Rancangan APBD DKI akan tertunda
Rabu, 28 November 2012 - 18:47 WIB
Rancangan APBD DKI akan tertunda
A
A
A
Sindonews.com - Secara mengejutkan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta akan tertunda.
Hal itu dikarenakan sampai saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, belum menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KAUPPAS).
"Mekanismenya diawali KUAPPAS sampai sekarang juga belum selesai. Inginnya juga cepat rampung,” kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Di sisi lain, mantan Wali Kota Solo ini juga mengatakan dirinya setiap hari sudah wara-wiri untuk membahas KUAPPAS dengan DPRD DKI Jakarta.
"Nyatanya hingga saat ini pembahasan itu KUAPPAS belum rampung,” tukas Jokowi.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Fadjar Panjaitan. Menurutnya diskusi sudah dilakukan dengan DPRD DKI untuk membahas KUAPPAS, namun DPRD masih meminta penjelasan.
"Namanya pembahasan KUAPPAS perlu pendalaman. Kepala BPKD dan Bapeda terus bertemu dengan DPRD DKI untuk membahas KUAPPAS, sekarang masih ditunda," ujar Fadjar.
Hal itu dikarenakan sampai saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, belum menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KAUPPAS).
"Mekanismenya diawali KUAPPAS sampai sekarang juga belum selesai. Inginnya juga cepat rampung,” kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Di sisi lain, mantan Wali Kota Solo ini juga mengatakan dirinya setiap hari sudah wara-wiri untuk membahas KUAPPAS dengan DPRD DKI Jakarta.
"Nyatanya hingga saat ini pembahasan itu KUAPPAS belum rampung,” tukas Jokowi.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Fadjar Panjaitan. Menurutnya diskusi sudah dilakukan dengan DPRD DKI untuk membahas KUAPPAS, namun DPRD masih meminta penjelasan.
"Namanya pembahasan KUAPPAS perlu pendalaman. Kepala BPKD dan Bapeda terus bertemu dengan DPRD DKI untuk membahas KUAPPAS, sekarang masih ditunda," ujar Fadjar.
(stb)