Warga Nahdliyin Jabar ancam duduki rumah Sutan
Rabu, 28 November 2012 - 13:20 WIB
Warga Nahdliyin Jabar ancam duduki rumah Sutan
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Sutan Bhatoegana yang menyebut KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur lengser dari kursi Presiden ke-4 karena melakukan korupsi, memancing kemarahan Nahdliyin Jawa Barat (Jabar).
Massa dari Nahdlatul Ulama (NU), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Garda Bangsa, mendatangi Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (28/11/2012).
Dalam aksinya, massa membawa poster dan spanduk yang berisi tulisan kecaman terhadap Sutan Bhatoegana. Massa juga membakar foto politikus Partai Demokrat itu.
Bahkan, ada foto Sutan diedit, sehingga menyerupai ibu-ibu yang rambutnya disanggul. Foto ini diisi tulisan "Sutan" namun huruf "U"-nya diganti dengan "E" sehingga terbaca "Setan."
Ketua Garda Bangsa Jabar Sidkon Djampi naik ke atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi, membacakan sejumlah tuntutan.
Pertama, kekurangajaran Sutan terhadap Gus Dur hanya bisa ditebus dengan permintaan maaf secara terbuka melalui media massa. Kedua, Sutan juga harus menyampaikan penyesalannya untuk tidak mengulangi statement serupa dengan datang ke Ketua Umum PBNU di Jakarta.
"Jika 2x24 jam tidak dilakukan, maka kami akan datang ke Jakarta untuk menduduki rumah Sutan Bhatoegana," ancam Sidkon.
Dalam aksi itu tampak beberapa politikus PKB seperti kata Sekjen PKB ‎Jabar Saeful Huda. Juga diikuti kiai NU Nuh Al Jawami.
Aksi tersebut berlangsung sekira satu jam. Massa membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini mendapat kawalan ketat dari kepolisian.
Seperti diketahui, dalam forum diskusi yang digelar di DPD RI, Jumat 21 November lalu, Sutan dianggap memberikan pernyataan yang menyudutkan Gus Dur. Menurut Sutan, Gus Dur dilengserkan oleh MPR karena terlibat skandal Buloggate dan Bruneigate.
Massa dari Nahdlatul Ulama (NU), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Garda Bangsa, mendatangi Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (28/11/2012).
Dalam aksinya, massa membawa poster dan spanduk yang berisi tulisan kecaman terhadap Sutan Bhatoegana. Massa juga membakar foto politikus Partai Demokrat itu.
Bahkan, ada foto Sutan diedit, sehingga menyerupai ibu-ibu yang rambutnya disanggul. Foto ini diisi tulisan "Sutan" namun huruf "U"-nya diganti dengan "E" sehingga terbaca "Setan."
Ketua Garda Bangsa Jabar Sidkon Djampi naik ke atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi, membacakan sejumlah tuntutan.
Pertama, kekurangajaran Sutan terhadap Gus Dur hanya bisa ditebus dengan permintaan maaf secara terbuka melalui media massa. Kedua, Sutan juga harus menyampaikan penyesalannya untuk tidak mengulangi statement serupa dengan datang ke Ketua Umum PBNU di Jakarta.
"Jika 2x24 jam tidak dilakukan, maka kami akan datang ke Jakarta untuk menduduki rumah Sutan Bhatoegana," ancam Sidkon.
Dalam aksi itu tampak beberapa politikus PKB seperti kata Sekjen PKB ‎Jabar Saeful Huda. Juga diikuti kiai NU Nuh Al Jawami.
Aksi tersebut berlangsung sekira satu jam. Massa membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini mendapat kawalan ketat dari kepolisian.
Seperti diketahui, dalam forum diskusi yang digelar di DPD RI, Jumat 21 November lalu, Sutan dianggap memberikan pernyataan yang menyudutkan Gus Dur. Menurut Sutan, Gus Dur dilengserkan oleh MPR karena terlibat skandal Buloggate dan Bruneigate.
(maf)