Kecam Sutan, garda Gus Dur turun ke jalan
Rabu, 28 November 2012 - 09:48 WIB
Kecam Sutan, garda Gus Dur turun ke jalan
A
A
A
Sindonews.com - Perkataan politikus Partai Demokrat (PD), Sutan Bhatoegana mengenai lengsernya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari kursi Presiden ke-4 karena melakukan korupsi terus menuai kecaman.
Pernyataan Sutan itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Dialog Kenegaraan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertema Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat? di lobi Gedung DPD, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu 21 November 2012 lalu.
"Sutan Bhatoegana sudah memutar balikkan fakta sejarah, lengsernya Gus Dur karena telah melakukan korupsi," kata Ryan Koordinator Aksi Garda Pecinta Gus Dur, dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Rabu (28/11/2012).
Pernyataan Sutan Bhatoegana dinilai menyakitkan warga Nahdlatul Ulama (NU), Nahdiyin, Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pecinta Gus Dur, serta rakyat Indonesia pada umumnya.
"Gus Dur merupakan Presiden RI-4, Guru Bangsa, Bapak Pluralisme, tokoh NU dan Alim Ulama telah dilecehkan dan dihina oleh Sutan Bhatoegana," ucapnyanya.
Ryan menegaskan, pihaknya akan turun ke jalan dan mengajak seluruh elemen di Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam aksi ini.
"Kita selaku Garda Pecinta Gus Dur dan warga Nahdliyyin mengajak sahabat-sahabat untuk turun jalan. Berkumpul di depan Kantor PWNU DIY, siang nanti kita turun aksi bersama seluruh komponen NU, PMII se-DIY dan simpatisan pecinta Gus Dur, kita datangi DPD Partai Demokrat," jelasnya.
Lebih lanjut dia meminta Sutan, harus datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna mengklarifikasi dan minta maaf secara terbuka kepada nahdliyin dan rakyat Indonesia.
Seperti diketahui, kecaman datang dari berbagai pihak. Bahkan, Ketua Umum (PD) Anas Urbaningrum sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf. Tetapi, Sutan sendiri belum meminta maaf. Bahkan, dia tidak mau meminta maaf karena permintaan maaf nanti bisa dipolitisasi pihak lain.
"Saya kira tidak sampai kesana (minta maaf), ini politik, nanti dipolitisasi, Mas Anas minta maaf sekarang sudah dipolitisasi orang kan," ucapnya dalam keterangan pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 27 November kemarin.
Pernyataan Sutan itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Dialog Kenegaraan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertema Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat? di lobi Gedung DPD, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu 21 November 2012 lalu.
"Sutan Bhatoegana sudah memutar balikkan fakta sejarah, lengsernya Gus Dur karena telah melakukan korupsi," kata Ryan Koordinator Aksi Garda Pecinta Gus Dur, dalam pesan singkat yang diterima Okezone, Rabu (28/11/2012).
Pernyataan Sutan Bhatoegana dinilai menyakitkan warga Nahdlatul Ulama (NU), Nahdiyin, Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pecinta Gus Dur, serta rakyat Indonesia pada umumnya.
"Gus Dur merupakan Presiden RI-4, Guru Bangsa, Bapak Pluralisme, tokoh NU dan Alim Ulama telah dilecehkan dan dihina oleh Sutan Bhatoegana," ucapnyanya.
Ryan menegaskan, pihaknya akan turun ke jalan dan mengajak seluruh elemen di Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam aksi ini.
"Kita selaku Garda Pecinta Gus Dur dan warga Nahdliyyin mengajak sahabat-sahabat untuk turun jalan. Berkumpul di depan Kantor PWNU DIY, siang nanti kita turun aksi bersama seluruh komponen NU, PMII se-DIY dan simpatisan pecinta Gus Dur, kita datangi DPD Partai Demokrat," jelasnya.
Lebih lanjut dia meminta Sutan, harus datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna mengklarifikasi dan minta maaf secara terbuka kepada nahdliyin dan rakyat Indonesia.
Seperti diketahui, kecaman datang dari berbagai pihak. Bahkan, Ketua Umum (PD) Anas Urbaningrum sendiri sudah menyampaikan permohonan maaf. Tetapi, Sutan sendiri belum meminta maaf. Bahkan, dia tidak mau meminta maaf karena permintaan maaf nanti bisa dipolitisasi pihak lain.
"Saya kira tidak sampai kesana (minta maaf), ini politik, nanti dipolitisasi, Mas Anas minta maaf sekarang sudah dipolitisasi orang kan," ucapnya dalam keterangan pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 27 November kemarin.
(maf)