8 KRL masih tertahan di Stasiun Bogor
Selasa, 27 November 2012 - 15:37 WIB
8 KRL masih tertahan di Stasiun Bogor
A
A
A
Sindonews.com - Delapan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) tertahan di Stasiun Bogor, akibat masih belum selesainya perbaikan jalur satu arah Bogor-Jakarta. Saat ini, PT KAI tengah melakukan pergeseran rel 40 centimeter ke sebelah kiri (arah Bogor ke Jakarta) dan penyesuaian Listrik Aliran Atas (LAA).
"Secara keseluruhan, untuk jalur satu perbaikannya sudah 80 persen. Setelah LAA digeser, disesuaikan dengan rel. Maka rel akan diuji coba menggunakan 8 KRL yang masih tertahan di Stasiun Bogor secara bergantian," ujar Kepala Humas Daop I Jabodetabek PT KAI Mateta Rizalulhaq di lokasi longsor, Bogor, Selasa (27/11/2012).
Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan belum beraninya PT KAI mengoperasikan KRL Bogor-Jakarta untuk umum, lantaran pihaknya enggan mengambil risiko.
"Kita sangat mempertimbangkan aspek keselamatan. Meski uji coba rel, sudah dilakukan dua kali. Kita tetap akan lakukan uji coba berkali-kali, hingga kondisi rel jalur satu ini layak, aman, dan selamat untuk dilintasi KRL," ungkapnya.
Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya tetap menunggu keputusan pimpinan Daop I dan Direksi PT KAI. "Siang ini kalau rel dan LAA sudah disesuaikan dan siap diuji coba, keputusannya kemungkinan sore atau besok pagi, kita akan mengumumkan bahwa KRL Bogor-Jakarta sudah dibuka untuk umum," katanya.
Berdasarkan pantauan saat ini, puluhan pekerja masih melakukan penyempurnaan perbaikan rel jalur satu. Beberapa kali rel tersebut kekokohannya diuji, dengan menggunakan TG atau kereta pemadat.
Tak hanya itu, tiga alat berat masih terus melakukan pengurugan tanah pada area longsor yang memutus jalur II (Jakarta-Bogor), pada Rabu 22 Nopember 2012.
"Secara keseluruhan, untuk jalur satu perbaikannya sudah 80 persen. Setelah LAA digeser, disesuaikan dengan rel. Maka rel akan diuji coba menggunakan 8 KRL yang masih tertahan di Stasiun Bogor secara bergantian," ujar Kepala Humas Daop I Jabodetabek PT KAI Mateta Rizalulhaq di lokasi longsor, Bogor, Selasa (27/11/2012).
Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan belum beraninya PT KAI mengoperasikan KRL Bogor-Jakarta untuk umum, lantaran pihaknya enggan mengambil risiko.
"Kita sangat mempertimbangkan aspek keselamatan. Meski uji coba rel, sudah dilakukan dua kali. Kita tetap akan lakukan uji coba berkali-kali, hingga kondisi rel jalur satu ini layak, aman, dan selamat untuk dilintasi KRL," ungkapnya.
Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya tetap menunggu keputusan pimpinan Daop I dan Direksi PT KAI. "Siang ini kalau rel dan LAA sudah disesuaikan dan siap diuji coba, keputusannya kemungkinan sore atau besok pagi, kita akan mengumumkan bahwa KRL Bogor-Jakarta sudah dibuka untuk umum," katanya.
Berdasarkan pantauan saat ini, puluhan pekerja masih melakukan penyempurnaan perbaikan rel jalur satu. Beberapa kali rel tersebut kekokohannya diuji, dengan menggunakan TG atau kereta pemadat.
Tak hanya itu, tiga alat berat masih terus melakukan pengurugan tanah pada area longsor yang memutus jalur II (Jakarta-Bogor), pada Rabu 22 Nopember 2012.
(san)