Jokowi minta partai dirikan posko banjir di 1 tempat
Selasa, 27 November 2012 - 12:55 WIB
Jokowi minta partai dirikan posko banjir di 1 tempat
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak melarang partai untuk membuka posko banjir di wilayah Jakarta. Namun, dia meminta posko yang berdiri tidak boleh sendiri-sendiri, harus di satu tempat yang sama.
"Yang melarang siapa? Kita itu tidak melarang. Siapapun boleh mendirikan posko kalau ada banjir, tapi di dalam sebuah posko dan ruang yang sama, tidak sendiri-sendiri," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Jokowi beralasan, jika masing-masing partai mendirikan posko masing-masing, maka akan menimbulkan kesan terpecah-pecah dan tidak bersatu. Sedang dia inginnya, semua partai yang ada dalam satu kota, negara, dapat bersatu. Meski tetap berpegang pada idealisme partai masing-masing.
"Jika pendirian posko yang ada terpisah, maka nanti akan berdampak pada penilaian posko yang terpecah-pecah. Misal, satu partai bikin satu posko, nanti pasti dikiranya terpecah-pecah," terangnya.
Selain itu, posko partai dalam satu tempat juga dapat memudahkan komando dalam penanganan banjir selama di lapangan. Hal ini, baru bisa maksimal dalam membantu masyarakat. "Disatuin saja, di dalam satu posko. Sehingga komandonya jelas. Biar dilihatnya kita itu rukun," tegasnya.
Sedangkan untuk pendirian posko, Jokowi menegaskan tidak perlu melalui kelurahan. Namun, pihak-pihak terkait jangan memakai cap masing-masing dalam pendirian posko itu, sehingga menimbulkan kesan sendiri-sendiri.
"Ya enggak mesti (lewat kelurahan). Artinya di satu tempat saja, jangan bikin sendiri-sendiri, pake cap sendiri-sendiri. Setuju kan?" tukas Jokowi.
"Yang melarang siapa? Kita itu tidak melarang. Siapapun boleh mendirikan posko kalau ada banjir, tapi di dalam sebuah posko dan ruang yang sama, tidak sendiri-sendiri," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Jokowi beralasan, jika masing-masing partai mendirikan posko masing-masing, maka akan menimbulkan kesan terpecah-pecah dan tidak bersatu. Sedang dia inginnya, semua partai yang ada dalam satu kota, negara, dapat bersatu. Meski tetap berpegang pada idealisme partai masing-masing.
"Jika pendirian posko yang ada terpisah, maka nanti akan berdampak pada penilaian posko yang terpecah-pecah. Misal, satu partai bikin satu posko, nanti pasti dikiranya terpecah-pecah," terangnya.
Selain itu, posko partai dalam satu tempat juga dapat memudahkan komando dalam penanganan banjir selama di lapangan. Hal ini, baru bisa maksimal dalam membantu masyarakat. "Disatuin saja, di dalam satu posko. Sehingga komandonya jelas. Biar dilihatnya kita itu rukun," tegasnya.
Sedangkan untuk pendirian posko, Jokowi menegaskan tidak perlu melalui kelurahan. Namun, pihak-pihak terkait jangan memakai cap masing-masing dalam pendirian posko itu, sehingga menimbulkan kesan sendiri-sendiri.
"Ya enggak mesti (lewat kelurahan). Artinya di satu tempat saja, jangan bikin sendiri-sendiri, pake cap sendiri-sendiri. Setuju kan?" tukas Jokowi.
(san)