Banyak perumahan, Depok jadi langganan banjir
Selasa, 27 November 2012 - 12:33 WIB
Banyak perumahan, Depok jadi langganan banjir
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok menuding kawasan perumahan sebagai biang keladi atas banjir yang terjadi di Depok, selama musim penghujan. Padahal, bangunan itu berdiri atas izin dari Pemkot Depok.
Bahkan, seringkali, pengembang membandel sudah membangun meski tak mengantongi izin dan tak memiliki pil banjir. Hal itu diungkapkan puluhan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di Balai Kota Depok.
Salah seorang mahasiswa Abdul Rosyid mengatakan, peristiwa jebolnya tanggul Kali Laya di Perumahan Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok, menjadi bukti banyaknya pengembang yang membangun rumah lebih rendah di bawah permukaan sungai.
"Perketat perizinan pembangunan, pusat perbelanjaan, dan pemukiman yang tidak memperhatikan Amdal, jangan asal kasih izin, kami dari mahasiswa peduli korban banjir," ujarnya di Balai Kota, Depok, Selasa (27/11/2012).
Aksi unjuk rasa mereka, diterima oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok. Para mahasiswa menuntut Depok yang sejatinya menjadi daerah resapan air, agar mampu mengembalikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Bahkan, seringkali, pengembang membandel sudah membangun meski tak mengantongi izin dan tak memiliki pil banjir. Hal itu diungkapkan puluhan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di Balai Kota Depok.
Salah seorang mahasiswa Abdul Rosyid mengatakan, peristiwa jebolnya tanggul Kali Laya di Perumahan Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok, menjadi bukti banyaknya pengembang yang membangun rumah lebih rendah di bawah permukaan sungai.
"Perketat perizinan pembangunan, pusat perbelanjaan, dan pemukiman yang tidak memperhatikan Amdal, jangan asal kasih izin, kami dari mahasiswa peduli korban banjir," ujarnya di Balai Kota, Depok, Selasa (27/11/2012).
Aksi unjuk rasa mereka, diterima oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok. Para mahasiswa menuntut Depok yang sejatinya menjadi daerah resapan air, agar mampu mengembalikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
(san)