Penumpang di Stasiun Bojonggede melonjak
Senin, 26 November 2012 - 10:45 WIB
Penumpang di Stasiun Bojonggede melonjak
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih terus berupaya memperbaiki jalur kereta di kilometer 45 Cilebut, Kabupaten Bogor, akibat longsor beberapa hari lalu. Meski harus menunggu 21 hari perbaikan normal, namun satu hari ini, PT KAI memberlakukan satu jalur KRL dari Bogor dan sebaliknya.
Uji coba telah dilakukan semalam, sementara hari ini mulai dioperasikan satu jalur yang diuji coba langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI. Pantauan di lapangan, kereta commuter line yang digunakan Wamenhub dan Dirut PT KAI melintas dari Depok menuju Bogor.
Kepala Stasiun Bojonggede Tiyono mengungkapkan, paskalongsor beberapa hari lalu, terjadi lonjakan penumpang di hari kerja mencapai 40-50 persen, atau setara dengan 40 ribu penumpang sehari, akibat limpahan penumpang dari Bogor dan Cilebut.
"Peningkatan volume penumpang di Bojong sejak longsor, meningkat 40-50 persen. Hari kerja yang biasanya hanya 22 ribu, sekarang setelah ada longsoran, ada limpahan penumpang dari Bogor, dan Cilebut bisa 40 ribu penumpang," ujar Tiyono kepada wartawan di Bojonggede, Depok, Senin (26/11/12).
Dia mengaku, kewalahan dalam menangangi lonjakan penumpang tersebut. Namun pihaknya tetap berupaya untuk memberikan pelayanan bagi penumpang.
"Terangkut sih, tetapi kereta jadi penuh. Masalah keterlambatan, memang dalam situasi begini, perjalanan tak sesuai dengan jadwal, yang penting kereta datang kita berangkatkan. Kita tetap mengacu pada jadwal. Kewalahan pasti, kita berupaya berikan pelayanan," tandasnya.
Hingga hari ini masih ada 9 rangkaian kereta yang tertahan di Stasiun Bogor akibat longsor. Pihak Stasiun Bojonggede berharap, jika satu jalur kereta mampu dioperasikan, maka akan mengurangi beban penumpang di Stasiun Bojonggede.
Uji coba telah dilakukan semalam, sementara hari ini mulai dioperasikan satu jalur yang diuji coba langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI. Pantauan di lapangan, kereta commuter line yang digunakan Wamenhub dan Dirut PT KAI melintas dari Depok menuju Bogor.
Kepala Stasiun Bojonggede Tiyono mengungkapkan, paskalongsor beberapa hari lalu, terjadi lonjakan penumpang di hari kerja mencapai 40-50 persen, atau setara dengan 40 ribu penumpang sehari, akibat limpahan penumpang dari Bogor dan Cilebut.
"Peningkatan volume penumpang di Bojong sejak longsor, meningkat 40-50 persen. Hari kerja yang biasanya hanya 22 ribu, sekarang setelah ada longsoran, ada limpahan penumpang dari Bogor, dan Cilebut bisa 40 ribu penumpang," ujar Tiyono kepada wartawan di Bojonggede, Depok, Senin (26/11/12).
Dia mengaku, kewalahan dalam menangangi lonjakan penumpang tersebut. Namun pihaknya tetap berupaya untuk memberikan pelayanan bagi penumpang.
"Terangkut sih, tetapi kereta jadi penuh. Masalah keterlambatan, memang dalam situasi begini, perjalanan tak sesuai dengan jadwal, yang penting kereta datang kita berangkatkan. Kita tetap mengacu pada jadwal. Kewalahan pasti, kita berupaya berikan pelayanan," tandasnya.
Hingga hari ini masih ada 9 rangkaian kereta yang tertahan di Stasiun Bogor akibat longsor. Pihak Stasiun Bojonggede berharap, jika satu jalur kereta mampu dioperasikan, maka akan mengurangi beban penumpang di Stasiun Bojonggede.
(san)