Sumur Warga Bintaran Kulon Aman Dikonsumsi
Senin, 26 November 2012 - 00:36 WIB
Sumur Warga Bintaran Kulon Aman Dikonsumsi
A
A
A
Sindonews.com - Sumur warga Bintaran Kulon, Wirogunan, Yogyakarta yang berada di dekat bantaran sungai Code dipastikan aman untuk dikonsumsi.
Kepastian ini, setelah dalam pemeriksaan, secara fisik air, seperti derajat keasaman air (pH), kekelurhan, bau, zat padat terlarur (TDS), sanitasi dan suhu, semua sumur warga memenuhi baku mutu.
“Memang untuk sumur warga belum semua kami periksa, namun dari 26 sumur warga yang sudah diperiksa hasilnya menunjukkan air sumur warga cukup baik,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas (Bangtas) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Ika Rostika di sela-sela pemeriksaan air sumur warga Bintaran saat festival kali bersih sungai Code, Minggu 25 November 2012.
Ika menjelaskan dari hasil tersebut, dapat menjadi parameter, untuk tingkat kesadaran warga terhadap kebersihan sungai sudah meningkat. Sehingga diharapkan kondisi ini akan terus terjaga, Sebab, kondisi sungai yang terjadi tidak hanya akan berpengaruh pada kualitas air, namun juga masalah sosial lainnya. Seperti kesehatan dan kesejahteraan.
“Karena itu, perilaku dan kesadaran dalam menjaga sungai dan lingkungan ini harus terus dipertahankan dan selalu ditanamkan,” tandasnya.
Ika menambahkan bagi warga Yogyakarta yang ingin memeriksakan baku mutu air sumurnya dapat mendatangi kantor BLH Yogyakarta dan untuk kepentingan tersebut, warga tidak dipunggut biaya atau gratis.
Disinggung soal kondisi sungai Code dan sungai lain di Yogyakarta, menurut Ika dari hasil penelitian, untuk kondisi air sungai Code semakin meningkat. Namun berapa angka pasti tingkat baku mutunya, secara detail Ika belum dapat memberikan keteragan. Sebab data tersebut tersimpan di database kantor BLH.
“Dari hasil ini, gerakan kali bersih terus akan kami lakukan. Bukan hanya di sungai Code, namun juga sungai lain yang ada di Yogyakarta, yaitu Winongo dan Gadjah Wong termasuk sungai Manunggal (Batikan),” janjinya.
Warga Bintaran Kulon, Dwi (30) mengatakan sangat senang dengan hasil pemeriksaan baku mutu kualitas air sumur warga. Sehingga dengan adanya hasil ini, warga menjadi tidak khawatir dan was-was lagi saat mengkonsumsi air sumur, terutama untuk keperluan kebutuhan hidup, seperti memasak.
“Kami harapkan warga dapat menjaga dan meningkatkan kualitas air ini, baik air sumur maupun air sungai,” harapnya.
Kepastian ini, setelah dalam pemeriksaan, secara fisik air, seperti derajat keasaman air (pH), kekelurhan, bau, zat padat terlarur (TDS), sanitasi dan suhu, semua sumur warga memenuhi baku mutu.
“Memang untuk sumur warga belum semua kami periksa, namun dari 26 sumur warga yang sudah diperiksa hasilnya menunjukkan air sumur warga cukup baik,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas (Bangtas) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Ika Rostika di sela-sela pemeriksaan air sumur warga Bintaran saat festival kali bersih sungai Code, Minggu 25 November 2012.
Ika menjelaskan dari hasil tersebut, dapat menjadi parameter, untuk tingkat kesadaran warga terhadap kebersihan sungai sudah meningkat. Sehingga diharapkan kondisi ini akan terus terjaga, Sebab, kondisi sungai yang terjadi tidak hanya akan berpengaruh pada kualitas air, namun juga masalah sosial lainnya. Seperti kesehatan dan kesejahteraan.
“Karena itu, perilaku dan kesadaran dalam menjaga sungai dan lingkungan ini harus terus dipertahankan dan selalu ditanamkan,” tandasnya.
Ika menambahkan bagi warga Yogyakarta yang ingin memeriksakan baku mutu air sumurnya dapat mendatangi kantor BLH Yogyakarta dan untuk kepentingan tersebut, warga tidak dipunggut biaya atau gratis.
Disinggung soal kondisi sungai Code dan sungai lain di Yogyakarta, menurut Ika dari hasil penelitian, untuk kondisi air sungai Code semakin meningkat. Namun berapa angka pasti tingkat baku mutunya, secara detail Ika belum dapat memberikan keteragan. Sebab data tersebut tersimpan di database kantor BLH.
“Dari hasil ini, gerakan kali bersih terus akan kami lakukan. Bukan hanya di sungai Code, namun juga sungai lain yang ada di Yogyakarta, yaitu Winongo dan Gadjah Wong termasuk sungai Manunggal (Batikan),” janjinya.
Warga Bintaran Kulon, Dwi (30) mengatakan sangat senang dengan hasil pemeriksaan baku mutu kualitas air sumur warga. Sehingga dengan adanya hasil ini, warga menjadi tidak khawatir dan was-was lagi saat mengkonsumsi air sumur, terutama untuk keperluan kebutuhan hidup, seperti memasak.
“Kami harapkan warga dapat menjaga dan meningkatkan kualitas air ini, baik air sumur maupun air sungai,” harapnya.
(ysw)