Manajemen air buruk penyebab banjir Jakarta
Sabtu, 24 November 2012 - 08:01 WIB
Manajemen air buruk penyebab banjir Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen dan tata kelola air yang buruk menjadi penyebab terjadinya banjir di DKI Jakarta setiap tahunnya, hal tersebut disampaikan oleh Pakar Tata Kota Yayat Supriyatna.
Lebih kritis lagi menurutnya, manajeman wilayah air yang buruk tersebut terjadi di 62 titik rawan banjir di Ibu Kota Jakarta, sehingga kawasan tersebut masuk dalam kategori rawan banjir.
"Beberapa lingkungan di Jakarta sangat parah, karena kerap terjadi banjir, ini karena sama sekali tidak memiliki manajemen wilayah air yang baik sehingga menjadi kawasan langganan banjir. Bahkan, kritisnya lagi ada 62 titik kawasan sudah menjadi langganan banjir," jelas Yayat saat dihubungi Sindonews, Sabtu (24/11/2012).
62 titik tersebut tersebut antara lain 9 lokasi di Jakarta Pusat, 19 lokasi di Jakarta Utara, 17 di Jakarta Barat, serta 12 lokasi di kawasan Jakarta Selatan.
Ia menambahkan, dengan manajemen air yang buruk tersebut, sehingga percepatan pembuangan air tidak seimbang dengan air yang datang hingga akhirnya menimbulkan genangan dan banjir di berbagai wilayah Ibukota.
"Yah memang harus diakui drainase tidak berfungsi optimal. Percepatan genangan penyebab banjir itu karena drainase sudah sangat buruk. Jadi manajeman airnya itu tidak berjalan," tandasnya.
Karenanya, Ia menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mau membenahi manajeman wilayah air lebih mendalam, tak hanya itu. Dirinya juga meminta agar drainasi yang dianggapnya sudah tidak laik lagi agar segera diperbaiki.
"Langkah kita, memang kita tidak dapat menutup mata, faktor masalah drainase sangat parah, semakin besar banjir di Jakarta karena manajemen wilayah air buruk, jadi harus diperbaiki termasuk drainase dan tata kelola air rendah untuk ditingkatkan," tutupnya.
Lebih kritis lagi menurutnya, manajeman wilayah air yang buruk tersebut terjadi di 62 titik rawan banjir di Ibu Kota Jakarta, sehingga kawasan tersebut masuk dalam kategori rawan banjir.
"Beberapa lingkungan di Jakarta sangat parah, karena kerap terjadi banjir, ini karena sama sekali tidak memiliki manajemen wilayah air yang baik sehingga menjadi kawasan langganan banjir. Bahkan, kritisnya lagi ada 62 titik kawasan sudah menjadi langganan banjir," jelas Yayat saat dihubungi Sindonews, Sabtu (24/11/2012).
62 titik tersebut tersebut antara lain 9 lokasi di Jakarta Pusat, 19 lokasi di Jakarta Utara, 17 di Jakarta Barat, serta 12 lokasi di kawasan Jakarta Selatan.
Ia menambahkan, dengan manajemen air yang buruk tersebut, sehingga percepatan pembuangan air tidak seimbang dengan air yang datang hingga akhirnya menimbulkan genangan dan banjir di berbagai wilayah Ibukota.
"Yah memang harus diakui drainase tidak berfungsi optimal. Percepatan genangan penyebab banjir itu karena drainase sudah sangat buruk. Jadi manajeman airnya itu tidak berjalan," tandasnya.
Karenanya, Ia menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mau membenahi manajeman wilayah air lebih mendalam, tak hanya itu. Dirinya juga meminta agar drainasi yang dianggapnya sudah tidak laik lagi agar segera diperbaiki.
"Langkah kita, memang kita tidak dapat menutup mata, faktor masalah drainase sangat parah, semakin besar banjir di Jakarta karena manajemen wilayah air buruk, jadi harus diperbaiki termasuk drainase dan tata kelola air rendah untuk ditingkatkan," tutupnya.
(mhd)