Cegah rembesan air, drainase darurat dibuat
Sabtu, 24 November 2012 - 01:47 WIB
Cegah rembesan air, drainase darurat dibuat
A
A
A
Sindonews.com - Guna mencegah terjadinya luapan air sungai Kali Baru yang merembes ke tanah bawah rel, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuat drainase (saluran air) darurat di lokasi perbaikan longsoran rel di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
"Karena cuaca tak menentu, khawatir air di Kali Baru mendadak naik dan meluap ke rel hingga merembes ke tanah, maka drainase darurat kita buat," kata Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono, dilokasi longsor Cilebut, Kabupaten Bogor, Jumat (23/11/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, selain membuat drainase darurat, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan dinas setempat untuk membuka pintu air kali baru yang letaknya tak jauh dari Bojonggede.
"Kita sudah meminta ke Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor untuk membuka pintu air Kali Baru. Sebab selama proses perbaikan, dampak dari pendangkalan kali baru bisa kembali meluap ke rel," katanya.
Ia menuturkan, kemajuan dalam proses perbaikan untuk memfungsikan kembali rel jalur I (Bogor-Jakarta) sudah mencapai 20 persen, baik dari pembuatan talud beronjong penahan tebing hingga pemasangan Listrik Aliran Atas (LAA) darurat.
"Kita harap dalam satu jalur KRL segera dapat dipergunakan untuk menarik sembilan kereta yang terjebak di stasiun Bogor," katanya.
"Karena cuaca tak menentu, khawatir air di Kali Baru mendadak naik dan meluap ke rel hingga merembes ke tanah, maka drainase darurat kita buat," kata Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono, dilokasi longsor Cilebut, Kabupaten Bogor, Jumat (23/11/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, selain membuat drainase darurat, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan dinas setempat untuk membuka pintu air kali baru yang letaknya tak jauh dari Bojonggede.
"Kita sudah meminta ke Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor untuk membuka pintu air Kali Baru. Sebab selama proses perbaikan, dampak dari pendangkalan kali baru bisa kembali meluap ke rel," katanya.
Ia menuturkan, kemajuan dalam proses perbaikan untuk memfungsikan kembali rel jalur I (Bogor-Jakarta) sudah mencapai 20 persen, baik dari pembuatan talud beronjong penahan tebing hingga pemasangan Listrik Aliran Atas (LAA) darurat.
"Kita harap dalam satu jalur KRL segera dapat dipergunakan untuk menarik sembilan kereta yang terjebak di stasiun Bogor," katanya.
(mhd)