Rel longsor, alat berat terkendala akses
Sabtu, 24 November 2012 - 02:51 WIB
Rel longsor, alat berat terkendala akses
A
A
A
Sindonews.com - Proses normalisasi longsoran rel jalur II (Jakarta-Bogor) Kereta Rel Listrik (KRL) di KM 45+500 yang dilakukan oleh PT KAI masih belum optimal, lantaran terkendala akses masuk alat berat menuju dasar lokasi longsor terhalang rumah warga.
"Alat berat seperti beckhoe untuk mengeruk dan memadatkan susah masuk, karena jalan masuk/akses ke bawah longsoran jalannya kecil dan banyak rumah warga. Mau tidak mau warga harus merelakan rumahnya dibongkar untuk jalan masuk," kata Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, hari kedua perbaikan rel jalur I (Bogor-Jakarta) pihaknya akan membuat talut ditebingan. "Setidaknya kereta dari Bojonggede ke Bogor maupun sebaliknya bisa ditembus," katanya.
Menurutnya, untuk mengurug longsoran dan menormalkan existing tanah penahan rel dibutuhkan sedikitnya 35 ribu meter kubik tanah. Guna menyiapkan tanah sebanyak itu, pihaknya sudah membuka akses jalan untuk truk masuk ke lokasi longsor.
"Kita akan membuka akses masuk truk dan kendaraan lainnya ke lokasi longsor. Untuk menutupi longsoran, dibutuhkan sekitar 35 ribu meter kubik tanah," ujarnya.
Sugeng menjelaskan, tanah sebanyak itu nantinya akan digunakan untuk menutup tebing yang ambruk saat longsor terjadi. Ribuan kubik tanah itu selanjutnya akan dipadatkan dan diperkuat dengan pemasangan talud batu menggunakan bronjong kawat.
"Setelah dipadatkan, tanahnya dipasang talud batu pakai bronjong kawat agar kuat dan tidak bergeser lagi," katanya.
Untuk proses pengerjaan perataan tanah, pihaknya mengerahkan sekitar 200 pekerja yang berasal dari beberapa perusahaan swasta dan internal PT KAI.
"Mereka bekerja secara bergantian siang dan malam untuk menyelesaikan jalur 1 agar bisa segera digunakan untuk perlintasan kereta," katanya.
"Alat berat seperti beckhoe untuk mengeruk dan memadatkan susah masuk, karena jalan masuk/akses ke bawah longsoran jalannya kecil dan banyak rumah warga. Mau tidak mau warga harus merelakan rumahnya dibongkar untuk jalan masuk," kata Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/11/2012).
Lebih lanjut ia menjelaskan, hari kedua perbaikan rel jalur I (Bogor-Jakarta) pihaknya akan membuat talut ditebingan. "Setidaknya kereta dari Bojonggede ke Bogor maupun sebaliknya bisa ditembus," katanya.
Menurutnya, untuk mengurug longsoran dan menormalkan existing tanah penahan rel dibutuhkan sedikitnya 35 ribu meter kubik tanah. Guna menyiapkan tanah sebanyak itu, pihaknya sudah membuka akses jalan untuk truk masuk ke lokasi longsor.
"Kita akan membuka akses masuk truk dan kendaraan lainnya ke lokasi longsor. Untuk menutupi longsoran, dibutuhkan sekitar 35 ribu meter kubik tanah," ujarnya.
Sugeng menjelaskan, tanah sebanyak itu nantinya akan digunakan untuk menutup tebing yang ambruk saat longsor terjadi. Ribuan kubik tanah itu selanjutnya akan dipadatkan dan diperkuat dengan pemasangan talud batu menggunakan bronjong kawat.
"Setelah dipadatkan, tanahnya dipasang talud batu pakai bronjong kawat agar kuat dan tidak bergeser lagi," katanya.
Untuk proses pengerjaan perataan tanah, pihaknya mengerahkan sekitar 200 pekerja yang berasal dari beberapa perusahaan swasta dan internal PT KAI.
"Mereka bekerja secara bergantian siang dan malam untuk menyelesaikan jalur 1 agar bisa segera digunakan untuk perlintasan kereta," katanya.
(mhd)