Mahasiswa Unsri ditembak rampok
Jum'at, 23 November 2012 - 19:28 WIB
Mahasiswa Unsri ditembak rampok
A
A
A
Sindonews.com - Chandra (18), mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fasilkom) nyaris tewas setelah ditembaki perampok yang hendak mengambil sepeda motor Yamaha Vixion BN 8056 MZ.
Perampokan tersebut terjadi di belakang area hutan Unsri, tepatnya di jalan tembus menuju komplek TPI, Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel).
Akibat penembakan itu, pemuda yang berdomisili di Komplek Taman Permata Indah (TPI) Blok B1 No 4 Inderalaya menderita luka tembak pinggul bagian kanan dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Palembang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, pada saat itu korban hendak kuliah dengan melintasi jalan alternatif melewati hutan milik Unsri menuju kampusnya. Tanpa disadari ternyata dua pelaku dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra mengikuti korban.
Ketika suasana sedang sepi, pelaku langsung mencegat sepeda motor korban dan berusaha merampas motor yang masih dalam keadaan berjalan.
Melihat gelagat kurang baik, akhirnya korban berusaha untuk mempertahankan sepeda motornya dari pelaku. Tak berhasil merampas sepeda motor korban, salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api rakitan dari balik bajunya dan langsung menembak pinggul bagian kanan korban hingga korban terjatuh. Saat korban tidak berdaya itulah pelaku langsung mengambil sepeda motor korban.
Oleh warga, korban dibawa ke Puskesmas Timbangan untuk diberikan pertolongan. Lantaran lukanya cukup serius, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit di Palembang.
"Warga lihat ada orang yang tergeletak bersimbah darah. Saya juga tidak tahu karena apa. Lalu korban dibawa ke Puskesmas Inderalaya," ungkap salah seorang sopir angkot Unsri, Topan, Jumat (23/11/2012).
Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala melalui Kasat Reskrim AKP Yuskar Efendi didampingi Kanit Pidum IPTU Herli Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.
"Ya, setelah dapat laporan kami langsung terjun ke TKP bersama Kapolsek Inderalaya, Purek III dan Satpam Unsri serta mencari bukti-bukti," ujarnya.
Yuskar menambahkan, pihaknya saat ini telah menerjunkan petugas untuk mengejar tersangka. Bahkan pihaknya tidak akan segan menindak pelaku.
Pembantu Rektor I Unsri, Anis Saggaf mengakui, kalau korban penembakan tersebut adalah mahasiswa Unsri Fakultas Fasilkom semester III. Ke depan, pihaknya akan memperketat pengamanan dengan bekerjasama pihak kepolisian.
"Ya, itu memang mahasiswa Unsri. Memang di situ (jalan tembus) sering terjadi perampokan dan pencurian. Apakah akan ditutup atau tidak gerbang menuju Pemkab OI itu, akan dirundingkan lagi," katanya.
Perampokan tersebut terjadi di belakang area hutan Unsri, tepatnya di jalan tembus menuju komplek TPI, Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel).
Akibat penembakan itu, pemuda yang berdomisili di Komplek Taman Permata Indah (TPI) Blok B1 No 4 Inderalaya menderita luka tembak pinggul bagian kanan dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Palembang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, pada saat itu korban hendak kuliah dengan melintasi jalan alternatif melewati hutan milik Unsri menuju kampusnya. Tanpa disadari ternyata dua pelaku dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra mengikuti korban.
Ketika suasana sedang sepi, pelaku langsung mencegat sepeda motor korban dan berusaha merampas motor yang masih dalam keadaan berjalan.
Melihat gelagat kurang baik, akhirnya korban berusaha untuk mempertahankan sepeda motornya dari pelaku. Tak berhasil merampas sepeda motor korban, salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api rakitan dari balik bajunya dan langsung menembak pinggul bagian kanan korban hingga korban terjatuh. Saat korban tidak berdaya itulah pelaku langsung mengambil sepeda motor korban.
Oleh warga, korban dibawa ke Puskesmas Timbangan untuk diberikan pertolongan. Lantaran lukanya cukup serius, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit di Palembang.
"Warga lihat ada orang yang tergeletak bersimbah darah. Saya juga tidak tahu karena apa. Lalu korban dibawa ke Puskesmas Inderalaya," ungkap salah seorang sopir angkot Unsri, Topan, Jumat (23/11/2012).
Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala melalui Kasat Reskrim AKP Yuskar Efendi didampingi Kanit Pidum IPTU Herli Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.
"Ya, setelah dapat laporan kami langsung terjun ke TKP bersama Kapolsek Inderalaya, Purek III dan Satpam Unsri serta mencari bukti-bukti," ujarnya.
Yuskar menambahkan, pihaknya saat ini telah menerjunkan petugas untuk mengejar tersangka. Bahkan pihaknya tidak akan segan menindak pelaku.
Pembantu Rektor I Unsri, Anis Saggaf mengakui, kalau korban penembakan tersebut adalah mahasiswa Unsri Fakultas Fasilkom semester III. Ke depan, pihaknya akan memperketat pengamanan dengan bekerjasama pihak kepolisian.
"Ya, itu memang mahasiswa Unsri. Memang di situ (jalan tembus) sering terjadi perampokan dan pencurian. Apakah akan ditutup atau tidak gerbang menuju Pemkab OI itu, akan dirundingkan lagi," katanya.
(azh)