20 balita di Sukabumi gizi buruk
Jum'at, 23 November 2012 - 15:55 WIB
20 balita di Sukabumi gizi buruk
A
A
A
Sindonews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mencatat sepanjang 2012 ini terdapat 20 orang balita yang dinyatakan positif menderita gizi buruk.
Jumlah itu lebih kecil dari angka kasus balita gizi buruk tahun sebelumnya sebanyak 30 orang.
Kepala Seksi Gizi, Dinkes Kabupaten Sukabumi, Dani Sujata menerangkan jumlah keseluruhan balita mencapai 200 ribu orang. Dari jumlah tersebut sekitar 0,5 persen atau sekira 1000 balita berbadan kurus dan 20 diantaranya adalah penderita gizi buruk.
“Kasus gizi buruk sebenarnya cendrung menurun jika dibandingkan tahun 2011 lalu dengan jumlah kasus sebanyak 30 orang balita,” tutur Dani kepada wartawan di kantornya, Jumat (23/11/2012).
Dikatakannya puluhan balita gizi buruk itu umumnya berasal dari daerah yang berada di sepanjang jalur utama Kabupaten Sukabumi, seperti Kecamatan Cibadak, Cisaat, Sukabumi, Sukaraja, dan Kecamatan Gegerbitung.
Salah satu penyebab utama terjadi gizi buruk itu adalah faktor kemiskinan dan keterbatasan pengetahuan orang tua balita akan gizi.
“Kasus gizi ini banyak sekali ditemukan, untuk tahun 2012 ini saja Dinkes menangani pemberian makanan tambahan atau PMT kepada 400 orang balita. Sejauh ini hasilnya sangat bagus karena banyak balita yang cenderung mengalami perbaikan gizi,” beber Dani.
Sebelumnya Bupati Sukabumi Sukmawijaya menegaskan pemerintah daerah sangat berkomitmen terhadap kesehatan para balita. Hal ini dibuktikan melalui pengalokasian anggaran untuk revitalisasi pos yandu setiap tahunnya mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Terhitung sejak tahun 2009 dan 2010 APBD mengalokasikan dana revitalisasi Posyandu sebesar Rp2 miliar.
Jumlah itu lebih kecil dari angka kasus balita gizi buruk tahun sebelumnya sebanyak 30 orang.
Kepala Seksi Gizi, Dinkes Kabupaten Sukabumi, Dani Sujata menerangkan jumlah keseluruhan balita mencapai 200 ribu orang. Dari jumlah tersebut sekitar 0,5 persen atau sekira 1000 balita berbadan kurus dan 20 diantaranya adalah penderita gizi buruk.
“Kasus gizi buruk sebenarnya cendrung menurun jika dibandingkan tahun 2011 lalu dengan jumlah kasus sebanyak 30 orang balita,” tutur Dani kepada wartawan di kantornya, Jumat (23/11/2012).
Dikatakannya puluhan balita gizi buruk itu umumnya berasal dari daerah yang berada di sepanjang jalur utama Kabupaten Sukabumi, seperti Kecamatan Cibadak, Cisaat, Sukabumi, Sukaraja, dan Kecamatan Gegerbitung.
Salah satu penyebab utama terjadi gizi buruk itu adalah faktor kemiskinan dan keterbatasan pengetahuan orang tua balita akan gizi.
“Kasus gizi ini banyak sekali ditemukan, untuk tahun 2012 ini saja Dinkes menangani pemberian makanan tambahan atau PMT kepada 400 orang balita. Sejauh ini hasilnya sangat bagus karena banyak balita yang cenderung mengalami perbaikan gizi,” beber Dani.
Sebelumnya Bupati Sukabumi Sukmawijaya menegaskan pemerintah daerah sangat berkomitmen terhadap kesehatan para balita. Hal ini dibuktikan melalui pengalokasian anggaran untuk revitalisasi pos yandu setiap tahunnya mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Terhitung sejak tahun 2009 dan 2010 APBD mengalokasikan dana revitalisasi Posyandu sebesar Rp2 miliar.
(ysw)