Penumpang minta PT KAI sediakan feeder bus
Jum'at, 23 November 2012 - 14:02 WIB
Penumpang minta PT KAI sediakan feeder bus
A
A
A
Sindonews.com - Penumpang Kereta Rel listrik (KRL) baik yang menuju Bogor maupun sebaliknya meminta PT KAI segera menyediakan feeder bus dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Bojonggede. Desakan ini menyusul tidak beroperasinya KRL akibat rel longsor di kawasan Cilebut, Jawa Barat.
Mereka mengeluhkan karena harus mengeluarkan ongkos yang mahal untuk perjalanan dari Stasiun Bogor ke Bojonggede, sehingga menyarankan agar disediakan feeder bus.
"Ongkosnya mahal dari sini (Stasiun Bojonggede) ke Bogor, naik angkot habis Rp10 ribu rupiah. Bagaimana caranya gitu PT KAI untuk membawa penumpang Bogor ke Bojonggede, entah disediakan bus feeder," ujar Herlina, salah seorang warga Bogor kepada Sindonews di Stasiun Bojonggede, Bogor, Jumat (23/11/2012).
Herlina mengaku tidak khawatir jika PT KAI memberlakukan tarif bagi penumpang yang menggunakan feeder bus tersebut jika memang akan dioperasikan. Namun, tentunya tarif yang diberlakukan jangan terlalu tinggi, mengingat mereka juga harus membeli karcis KRL.
"Enggak masalah kalau pun kami harus bayar, kami paham. Tapi jangan terlalu mahal, karena kan kami masih harus beli tiket KRL lagi, kalau begini terus ongkos besar, terlebih mereka menjanjikan perbaikan selama satu bulan. Jadi layak kalau disediakan feeder," tandasnya.
Untuk diketahui, perjalanan KRL menuju Stasiun Bogor tidak dapat dilalui akibat adanya rel longsor di kawasan Cilebut, Jawa Barat. Atas kejadian ini PT. KAI menyarankan agar penumpang yang hendak menuju Bogor maupun Jakarta bisa menggunakan transportasi alternatif lainnya.
Mereka mengeluhkan karena harus mengeluarkan ongkos yang mahal untuk perjalanan dari Stasiun Bogor ke Bojonggede, sehingga menyarankan agar disediakan feeder bus.
"Ongkosnya mahal dari sini (Stasiun Bojonggede) ke Bogor, naik angkot habis Rp10 ribu rupiah. Bagaimana caranya gitu PT KAI untuk membawa penumpang Bogor ke Bojonggede, entah disediakan bus feeder," ujar Herlina, salah seorang warga Bogor kepada Sindonews di Stasiun Bojonggede, Bogor, Jumat (23/11/2012).
Herlina mengaku tidak khawatir jika PT KAI memberlakukan tarif bagi penumpang yang menggunakan feeder bus tersebut jika memang akan dioperasikan. Namun, tentunya tarif yang diberlakukan jangan terlalu tinggi, mengingat mereka juga harus membeli karcis KRL.
"Enggak masalah kalau pun kami harus bayar, kami paham. Tapi jangan terlalu mahal, karena kan kami masih harus beli tiket KRL lagi, kalau begini terus ongkos besar, terlebih mereka menjanjikan perbaikan selama satu bulan. Jadi layak kalau disediakan feeder," tandasnya.
Untuk diketahui, perjalanan KRL menuju Stasiun Bogor tidak dapat dilalui akibat adanya rel longsor di kawasan Cilebut, Jawa Barat. Atas kejadian ini PT. KAI menyarankan agar penumpang yang hendak menuju Bogor maupun Jakarta bisa menggunakan transportasi alternatif lainnya.
(lns)