Ratusan rumah di Wijaya terendam banjir
Jum'at, 23 November 2012 - 00:01 WIB
Ratusan rumah di Wijaya terendam banjir
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan rumah di Perumahan Puloraya 3 Ujung, Wijaya, Gang Langgar, terendam banjir akibat meluapnya Kali Kerukut yang melintasi kawasan itu. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sejumlah warga mengalami kerugiaan, karena harta benda berharganya tak bisa diselamatkan.
Rina, salah seorang warga mengatakan, air mulai naik di rumahnya sejak siang, bahkan sebelum hujan deras melanda Jakarta pada sore hari. Banjir pertama itu, akibat air kiriman dari Bogor.
"Banjir dari jam 1, itu belum hujan. Banjir kiriman, terus banjir surut. Pada sore, sekira jam 4, hujan deras. Nah, tambah gede banjirnya," ujar Rina, saat dihubungi Sindonews, Kamis (22/11/2012).
Ditambahkan dia, di kawasan perumahan itu memang kerap terjadi banjir saat musim hujan. Banyaknya sungai yang melintas di kawasan itu, membuat pemukiman warga sekitar kerap menjadi langganan banjir. "Saat ini banjirnya cukup tinggi, mencapai pinggang orang dewasa," tukasnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Banjir (BNPB) mencatat, sedikitnya 15 kelurahan yang tersebar di 31 Rukun Warga (RW), dan 87 Rukun Tetangga (RT) dengan total 2.755 kepala keluarga, atau sekira 5.407 jiwa, yang rumahnya terendam banjir.
"139 warga telah mengungsi untuk sementara waktu," Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Rina, salah seorang warga mengatakan, air mulai naik di rumahnya sejak siang, bahkan sebelum hujan deras melanda Jakarta pada sore hari. Banjir pertama itu, akibat air kiriman dari Bogor.
"Banjir dari jam 1, itu belum hujan. Banjir kiriman, terus banjir surut. Pada sore, sekira jam 4, hujan deras. Nah, tambah gede banjirnya," ujar Rina, saat dihubungi Sindonews, Kamis (22/11/2012).
Ditambahkan dia, di kawasan perumahan itu memang kerap terjadi banjir saat musim hujan. Banyaknya sungai yang melintas di kawasan itu, membuat pemukiman warga sekitar kerap menjadi langganan banjir. "Saat ini banjirnya cukup tinggi, mencapai pinggang orang dewasa," tukasnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Banjir (BNPB) mencatat, sedikitnya 15 kelurahan yang tersebar di 31 Rukun Warga (RW), dan 87 Rukun Tetangga (RT) dengan total 2.755 kepala keluarga, atau sekira 5.407 jiwa, yang rumahnya terendam banjir.
"139 warga telah mengungsi untuk sementara waktu," Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
(san)