PT KAI: Penyebab longsor rembesan Kali Baru
Kamis, 22 November 2012 - 18:40 WIB
PT KAI: Penyebab longsor rembesan Kali Baru
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya sudah memprediksi sejumlah titik rawan longsor di jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor-Jakarta.
"Sebetulnya ini (lokasi longsor) sudah diprediksi oleh kami. Namun, yang tidak diprediksi itu adalah rembesan air di bawah tanah akibat luapan air Kali Baru," jelas Ignasius Johan saat ditemui di lokasi longsor yang memutuskan jalur II rel (Jakarta-Bogor) KRL di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2012).
Pihaknya mengakui, tidak mungkin dari seluruh titik yang diprediksi 100 persennya berhasil antisipasi. "Yang kita lakukan untuk mengantisipasi itu bahwa kalau ada longsoran begini keretanya enggak celaka," ujarnya.
Karena, menurutnya, sudah bertahun-tahun jalur KRL ini dilintasi kereta dalam kondisi hujan tapi tidak terjadi longsor. "Ini buktinya hujan bertahun-tahun. Bahkan selama saya menjadi Dirut PT KAI (4 tahun) sering hujan tidak pernah terjadi longsor," ungkapnya.
Terkait dengan penyebab longsor yakni akibat rembesan air dari Kali Baru yang letaknya di seberang (8 meter) dari jalur kereta, pihaknya berencana mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
"Saya akan tulis surat, ke pemerintah setempat, agar merawat dan mengatur supaya aliran sungai itu (kali baru) supaya bisa menampung dengan semestinya. Sehingga tidak terulang kejadian yang sama," tandasnya.
"Sebetulnya ini (lokasi longsor) sudah diprediksi oleh kami. Namun, yang tidak diprediksi itu adalah rembesan air di bawah tanah akibat luapan air Kali Baru," jelas Ignasius Johan saat ditemui di lokasi longsor yang memutuskan jalur II rel (Jakarta-Bogor) KRL di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2012).
Pihaknya mengakui, tidak mungkin dari seluruh titik yang diprediksi 100 persennya berhasil antisipasi. "Yang kita lakukan untuk mengantisipasi itu bahwa kalau ada longsoran begini keretanya enggak celaka," ujarnya.
Karena, menurutnya, sudah bertahun-tahun jalur KRL ini dilintasi kereta dalam kondisi hujan tapi tidak terjadi longsor. "Ini buktinya hujan bertahun-tahun. Bahkan selama saya menjadi Dirut PT KAI (4 tahun) sering hujan tidak pernah terjadi longsor," ungkapnya.
Terkait dengan penyebab longsor yakni akibat rembesan air dari Kali Baru yang letaknya di seberang (8 meter) dari jalur kereta, pihaknya berencana mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
"Saya akan tulis surat, ke pemerintah setempat, agar merawat dan mengatur supaya aliran sungai itu (kali baru) supaya bisa menampung dengan semestinya. Sehingga tidak terulang kejadian yang sama," tandasnya.
(mhd)