Jokowi: Pelayanan RSUD Koja sudah baik
Kamis, 22 November 2012 - 17:30 WIB
Jokowi: Pelayanan RSUD Koja sudah baik
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RSUD Koja, sudah baik.
Hal tersebut dikatakan Gubernur yang biasa disapa Jokowi itu, saat blusukan ke RSUD tersebut.
"Saya tanya ada lebih dari delapan orang tadi. Bagaimana sudah dilayani dengan baik. Mereka bilang sudah baik. Kemudian saya tanyakan ada pungutan atau tidak, mereka juga bilang enggak ada. Secara umum saya kira baik. Tapi tetap saya akan cek secara detail," kata Jokowi di RSUD Koja, Jalan Deli, Jakarta Utara, Kamis (22/11/2012).
Jokowi menjelaskan, penilaian tersebut tercermin dari banyaknya warga yang diterima berobat ke RS tersebut.
"Artinya, program yang kita berikan itu diterima. Ini masih kita koreksi dan diperbaiki," ucapnya.
Pada kesempatan itu, mantan Wali Kota Solo ini menklarifikasi soal ditolaknya seorang pasien. Menurutnya, itu bukanlah suatu penolakan. Hanya yang bersangkutan diminta untuk melengkapi surat-surat.
"Bukan ditolak, hanya disuruh melengkapi surat domisili dan saya tanda tangan tadi agar segera dilayani. Dia itu disuruh minta Kartu Sehat Jakarta tapi sekarang sudah beres," tukas Jokowi.
Seperti diketahui, saat Jokowi mengunjungi RS tersebut, dia dimintai pertolongan oleh Achmad Komaruddin, salah seorang pengunjung RS yang tengah mengurus surat kesehatan anaknya.
"Pak, surat rujukan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) saya dibilang tidak asli. Padahal, saya sudah urus ini di Puskesmas. Tolong Pak, diurus, supaya anak saya dapat pelayanan kesehatan gratis," kata Achmad di RSUD Koja.
Jokowi kemudian langsung memberikan memo kepada petugas RS tersebut, bertuliskan 'harus dilayani' beserta tanda tangan Jokowi.
"Anak saya sakit jantung. Belum bisa masuk kamar, karena di bilang surat rujukannya tidak asli. Makanya pas saya lihat Jokowi, saya langsung ketemu dia untuk minta bantuan. Mudah-mudahan dengan tandatangannya Pak Gubernur, urusan administrasi anak saya dipercepat pihak rumah sakit," tutur Achmad kepada wartawan.
Hal tersebut dikatakan Gubernur yang biasa disapa Jokowi itu, saat blusukan ke RSUD tersebut.
"Saya tanya ada lebih dari delapan orang tadi. Bagaimana sudah dilayani dengan baik. Mereka bilang sudah baik. Kemudian saya tanyakan ada pungutan atau tidak, mereka juga bilang enggak ada. Secara umum saya kira baik. Tapi tetap saya akan cek secara detail," kata Jokowi di RSUD Koja, Jalan Deli, Jakarta Utara, Kamis (22/11/2012).
Jokowi menjelaskan, penilaian tersebut tercermin dari banyaknya warga yang diterima berobat ke RS tersebut.
"Artinya, program yang kita berikan itu diterima. Ini masih kita koreksi dan diperbaiki," ucapnya.
Pada kesempatan itu, mantan Wali Kota Solo ini menklarifikasi soal ditolaknya seorang pasien. Menurutnya, itu bukanlah suatu penolakan. Hanya yang bersangkutan diminta untuk melengkapi surat-surat.
"Bukan ditolak, hanya disuruh melengkapi surat domisili dan saya tanda tangan tadi agar segera dilayani. Dia itu disuruh minta Kartu Sehat Jakarta tapi sekarang sudah beres," tukas Jokowi.
Seperti diketahui, saat Jokowi mengunjungi RS tersebut, dia dimintai pertolongan oleh Achmad Komaruddin, salah seorang pengunjung RS yang tengah mengurus surat kesehatan anaknya.
"Pak, surat rujukan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) saya dibilang tidak asli. Padahal, saya sudah urus ini di Puskesmas. Tolong Pak, diurus, supaya anak saya dapat pelayanan kesehatan gratis," kata Achmad di RSUD Koja.
Jokowi kemudian langsung memberikan memo kepada petugas RS tersebut, bertuliskan 'harus dilayani' beserta tanda tangan Jokowi.
"Anak saya sakit jantung. Belum bisa masuk kamar, karena di bilang surat rujukannya tidak asli. Makanya pas saya lihat Jokowi, saya langsung ketemu dia untuk minta bantuan. Mudah-mudahan dengan tandatangannya Pak Gubernur, urusan administrasi anak saya dipercepat pihak rumah sakit," tutur Achmad kepada wartawan.
(maf)