Warga di lokasi rel longsor trauma
Kamis, 22 November 2012 - 16:51 WIB
Warga di lokasi rel longsor trauma
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah warga Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang dekat dengan lokasi rel kereta yang longsor mengaku trauma.
Karena mereka melihat langsung bagaimana proses tanah tersebut longsor dan membuat batangan rel patah. Bahkan ketika bantalan rel patah, sejumlah warga sempat berteriak panik.
"Saya sampai sekarang enggak bisa tidur, khawatir hujan deras longsor lagi, warga semua teriak, tiang penyangga sinyal ambruk ke tanah, banjir juga kemarin sore itu," tutur Mardiana di lokasi, Kamis (22/11/2012).
Sedikitnya terdapat delapan tiang penyangga sinyal yang ambruk pasca hujan deras. Bahkan kabel-kabel yang jatuh menimbulkan percikan api dan letusan seperti petasan.
"Untung warga enggak ada yang di dekat rel, kalau ada bisa kesetrum kemarin," katanya.
Mengenai proses jatuhnya tiang-tiang penyangga kabel tidak langsung sekaligus.
"Merembet, satu tiang dulu jatuh, tujuh menit kemudian jatuh yang lain. Yang diujung lalu 15 menit. Enggak lama kemudian relnya, tanah terkikis lagi, gara-gara aliran sungai meluap," jelasnya.
Karena mereka melihat langsung bagaimana proses tanah tersebut longsor dan membuat batangan rel patah. Bahkan ketika bantalan rel patah, sejumlah warga sempat berteriak panik.
"Saya sampai sekarang enggak bisa tidur, khawatir hujan deras longsor lagi, warga semua teriak, tiang penyangga sinyal ambruk ke tanah, banjir juga kemarin sore itu," tutur Mardiana di lokasi, Kamis (22/11/2012).
Sedikitnya terdapat delapan tiang penyangga sinyal yang ambruk pasca hujan deras. Bahkan kabel-kabel yang jatuh menimbulkan percikan api dan letusan seperti petasan.
"Untung warga enggak ada yang di dekat rel, kalau ada bisa kesetrum kemarin," katanya.
Mengenai proses jatuhnya tiang-tiang penyangga kabel tidak langsung sekaligus.
"Merembet, satu tiang dulu jatuh, tujuh menit kemudian jatuh yang lain. Yang diujung lalu 15 menit. Enggak lama kemudian relnya, tanah terkikis lagi, gara-gara aliran sungai meluap," jelasnya.
(ysw)