PT KAI janji ganti rugi rumah warga Cilebut
Kamis, 22 November 2012 - 16:20 WIB
PT KAI janji ganti rugi rumah warga Cilebut
A
A
A
Sindonews.com - Akibat longsornya jalur Kereta Rel Listrik (KRL) di kilometer 45+5 Cilebut, Bogor, sebanyak 22 rumah warga ikut tertimpa longsor.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu apakah rumah milik warga memang penghuni resmi atau tidak. Jika resmi, maka PT KAI berjanji akan mengganti seluruh kerugian rumah warga.
"PT KAI akan cek, apakah itu memang penghuni resmi atau tidak. Tak hanya santunan, kalau resmi akan kami ganti. Kalau tak resmi kita akan cek lagi," ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, PT KAI sudah mengantisipasi dari jauh-jauh hari untuk memperkuat turap. Namun pihaknya tak bisa mengantisipasi derasnya air sungai yang meluap dan mebuat jalur KRL longsor.
"Kami tak bisa antisipasi air sungai. Sebelumnya sudah dilakukan penguatan cukup, antisipasi tak akan longsor, kecuali arus airnya deras. Turap sebelumnya sudah ada," imbuhnya.
Ignasius mengaku belum bisa menghitung kerugian pasti akibt pistiwa terebut. Pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatasi kejadian tersebut.
"Kerugian belum tahu, milyaran pasti. Tak dihitung sekarang. Sepakat dengan Kemenhub kerjasama. Feeder bus juga enggak akan cukup. Sosialisasi sudah dilakukan," tandasnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan pihaknya akan mengecek terlebih dahulu apakah rumah milik warga memang penghuni resmi atau tidak. Jika resmi, maka PT KAI berjanji akan mengganti seluruh kerugian rumah warga.
"PT KAI akan cek, apakah itu memang penghuni resmi atau tidak. Tak hanya santunan, kalau resmi akan kami ganti. Kalau tak resmi kita akan cek lagi," ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, PT KAI sudah mengantisipasi dari jauh-jauh hari untuk memperkuat turap. Namun pihaknya tak bisa mengantisipasi derasnya air sungai yang meluap dan mebuat jalur KRL longsor.
"Kami tak bisa antisipasi air sungai. Sebelumnya sudah dilakukan penguatan cukup, antisipasi tak akan longsor, kecuali arus airnya deras. Turap sebelumnya sudah ada," imbuhnya.
Ignasius mengaku belum bisa menghitung kerugian pasti akibt pistiwa terebut. Pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatasi kejadian tersebut.
"Kerugian belum tahu, milyaran pasti. Tak dihitung sekarang. Sepakat dengan Kemenhub kerjasama. Feeder bus juga enggak akan cukup. Sosialisasi sudah dilakukan," tandasnya.
(hyk)