Bamsoet turun tangan soal penangkapan aktivis HMI
Kamis, 22 November 2012 - 05:30 WIB
Bamsoet turun tangan soal penangkapan aktivis HMI
A
A
A
Sindonews.com - Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Komisi III turun tangan terkait penahanan dan penangkapan sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) oleh aparat kepolisian saat digelar unjuk rasa.
Tiga anggota dewan itu antara lain, Bambang Soesatyo, Ahmad Yani dan Syarifudin Suding. Ketika dikonfirmasi mengenai persoalan itu, Bambang Soesatyo membenarkan.
Dirinya merupakan salah seorang dari tiga anggota Komisi III yang mencoba menengahi persoalan yang terjadi antar pihak kepolisian dengan sejumlah aktivis HMI itu.
Mantan Waka Sekjen PB HMI mengatakan pihaknya baru akan meminta penjelasan dari kedua belah pihak terkait masalah itu. "Kami akan minta penjelasan segera," jelasnya singkat kepada Sindonews, Kamis (22/11/2012).
Pihaknya juga akan menjadi penjamin 12 aktivis HMI itu jika nantinya benar akan dilakukan penahanan oleh Polda Metro Jaya. "Benar (menjadi penjamin) tapi kami akan minta penjelasan terlebih dahulu," tuturnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa aktivis di depan kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jalan Merdeka Selatan, Pejambon, Jakarta Pusat Rabu 21 November 2012, terkait masalah penyerangan Israel ke Palestina berbuntut ricuh.
Kericuhan itu terjadi setelah dua delegasi HMI mencoba bernegosiasi dengan pihak Kemenlu tapi tidak mendapat tanggapan. Para pengunjuk rasa mendobrak gerbang kantor Kemenlu hingga roboh.
Aparat yang berjaga langsung menangkap para aktivis tersebut. Sedikitnya 12 aktivis diamankan. Dari beberapa di antara mereka tampak terluka akibat kekerasan dilakukan petugas kepolisian.
Tiga anggota dewan itu antara lain, Bambang Soesatyo, Ahmad Yani dan Syarifudin Suding. Ketika dikonfirmasi mengenai persoalan itu, Bambang Soesatyo membenarkan.
Dirinya merupakan salah seorang dari tiga anggota Komisi III yang mencoba menengahi persoalan yang terjadi antar pihak kepolisian dengan sejumlah aktivis HMI itu.
Mantan Waka Sekjen PB HMI mengatakan pihaknya baru akan meminta penjelasan dari kedua belah pihak terkait masalah itu. "Kami akan minta penjelasan segera," jelasnya singkat kepada Sindonews, Kamis (22/11/2012).
Pihaknya juga akan menjadi penjamin 12 aktivis HMI itu jika nantinya benar akan dilakukan penahanan oleh Polda Metro Jaya. "Benar (menjadi penjamin) tapi kami akan minta penjelasan terlebih dahulu," tuturnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa aktivis di depan kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jalan Merdeka Selatan, Pejambon, Jakarta Pusat Rabu 21 November 2012, terkait masalah penyerangan Israel ke Palestina berbuntut ricuh.
Kericuhan itu terjadi setelah dua delegasi HMI mencoba bernegosiasi dengan pihak Kemenlu tapi tidak mendapat tanggapan. Para pengunjuk rasa mendobrak gerbang kantor Kemenlu hingga roboh.
Aparat yang berjaga langsung menangkap para aktivis tersebut. Sedikitnya 12 aktivis diamankan. Dari beberapa di antara mereka tampak terluka akibat kekerasan dilakukan petugas kepolisian.
(lns)