Pelajar 16 tahun jadi polisi gadungan
Rabu, 21 November 2012 - 19:34 WIB
Pelajar 16 tahun jadi polisi gadungan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pelajar SMA Negeri 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berhasil dibekuk warga karena kerap melakukan pemerasan sembari mengenakan seragam kepolisian terhadap pengendara motor.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pelaku K (16) dibekuk oleh pemimpin organisasi massa di Cileungsi Junaedi Samsudin setelah menerima laporan dari masyarakat telah terjadi pemerasan.
"Dia memeras pengguna jalan pakai seragam polisi di wilayah Kampung Bakom, Desa Limusnunggal, Cileungsi yang kebetulan depan sektretariat kami," kata Junaedi, di lokasi, Cileungsi, Rabu (21/11/2012).
Menurut Junaedi, banyak laporan dari warga yang merasa diperas oleh pelaku. Hingga akhirnya dia dipergoki. Saat dibekuk, pelaku saat itu baru selesai beraksi dan memeras pelajar yang menggunakan sepeda motor sebesar Rp50 ribu.
"Ya memang menurut warga, pelaku sudah melakukan aksinya sebagai polisi gadungan selama dua hari terakhir ini. Karena dianggap telah meresahkan dan pihak kepolisian Cileungsi tidak ada yang mengenal pelaku maka saya bersama anggota menangkap dan sempat terjadi perlawanan," katanya.
Meski demikian, pihaknya berhasil melumpuhkan dan menyerahkannya kepada petugas Polsek Cileungsi. Di hadapan petugas, K mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran diajak oleh seseorang yang juga mengaku sebagai polisi.
"Saya waktu itu mau ditilang, dan ditanyakan kelengkapan surat kendaraan. Tapi tidak jadi ditilang justru malah diajak untuk menjadi polisi," paparnya.
Dari hasil tindakannya sebagai polisi gadungan, K mengaku baru mendapatkan uang sebesar Rp50 ribu dari pengguna sepeda motor yang kedapatan tidak memakai helm.
"Jadi kalau ada pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm saya kejar dan saya tanyakan kelengkapan surat kendaraannya. Lalu di situ transaksi jika pegendara sepeda motor tidak mau ditilang,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Cileungsi Kompol Irfan Nurmansyah membenarkan pihaknya telah menahan seorang pelajar yang ditangkap warga mengaku-ngaku sebagai polisi dan melakukan tindak pemerasan.
"Saat ini pelaku masih kita mintai keterangan dan sudah kita tahan," katanya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pelaku K (16) dibekuk oleh pemimpin organisasi massa di Cileungsi Junaedi Samsudin setelah menerima laporan dari masyarakat telah terjadi pemerasan.
"Dia memeras pengguna jalan pakai seragam polisi di wilayah Kampung Bakom, Desa Limusnunggal, Cileungsi yang kebetulan depan sektretariat kami," kata Junaedi, di lokasi, Cileungsi, Rabu (21/11/2012).
Menurut Junaedi, banyak laporan dari warga yang merasa diperas oleh pelaku. Hingga akhirnya dia dipergoki. Saat dibekuk, pelaku saat itu baru selesai beraksi dan memeras pelajar yang menggunakan sepeda motor sebesar Rp50 ribu.
"Ya memang menurut warga, pelaku sudah melakukan aksinya sebagai polisi gadungan selama dua hari terakhir ini. Karena dianggap telah meresahkan dan pihak kepolisian Cileungsi tidak ada yang mengenal pelaku maka saya bersama anggota menangkap dan sempat terjadi perlawanan," katanya.
Meski demikian, pihaknya berhasil melumpuhkan dan menyerahkannya kepada petugas Polsek Cileungsi. Di hadapan petugas, K mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran diajak oleh seseorang yang juga mengaku sebagai polisi.
"Saya waktu itu mau ditilang, dan ditanyakan kelengkapan surat kendaraan. Tapi tidak jadi ditilang justru malah diajak untuk menjadi polisi," paparnya.
Dari hasil tindakannya sebagai polisi gadungan, K mengaku baru mendapatkan uang sebesar Rp50 ribu dari pengguna sepeda motor yang kedapatan tidak memakai helm.
"Jadi kalau ada pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm saya kejar dan saya tanyakan kelengkapan surat kendaraannya. Lalu di situ transaksi jika pegendara sepeda motor tidak mau ditilang,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Cileungsi Kompol Irfan Nurmansyah membenarkan pihaknya telah menahan seorang pelajar yang ditangkap warga mengaku-ngaku sebagai polisi dan melakukan tindak pemerasan.
"Saat ini pelaku masih kita mintai keterangan dan sudah kita tahan," katanya.
(rsa)