Pemkot Depok tetapkan status tanggap darurat
Selasa, 20 November 2012 - 17:01 WIB
Pemkot Depok tetapkan status tanggap darurat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok menetapkan status tanggap darurat pascajembolnya kembali Tanggul Kali Laya. Saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok kembali mendirikan dapur umum untuk mendistribusikan bantuan bagi warga yang terkena imbas dari jebolnya tanggul itu.
Koordinator Dapur Umum Pemkot Depok Buyung Sugiarto mengatakan pihaknya menjalankan instruksi tanggap darurat yang diberlakukan selama lima hari. Menurut Buyung, jebolnya kembali Tanggul Kali Laya ini tidak separah pekan lalu, sehingga warga sedikit bisa lebih mandiri.
"Kami diminta terapkan status tanggap darurat selama lima hari, meskipun memang tidak terlalu banyak warga yang kami distribusikan nasi bungkus, paling hanya relawan dan buruh bangunan dari Pemkot yang memperbaiki tanggul, warga juga sudah mulai bersih-bersih rumah dari lumpur, tapi kami tetap antisipasi," ungkapnya di lokasi, Selasa (20/11/2012).
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi C Enthy Sukarti meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) lebih serius dalam menangani masalah tanggul Kali Laya. “Jangan jadikan Kali Laya sebagai proyek tambal sulam sebab masyarakat yang menjadi korban,” tukasnya.
Sementara itu, warga Kampung Palsi Gunung, Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok yang terkena langsung imbas jembolnya Tanggul Kali Laya mengaku khawatir. Pasalnya, pekan lalu saat hujan deras, tanggul itu juga jebol.
Bagian yang jebol pekan lalu, sudah dibangun bronjongan sehingga lebih kuat. Namun bagian yang jebol pada Senin 19 November kemarin belum diperbaiki, dan lebarnya lebih besar daripada sebelumnya.
Salah seorang warga RT 10 RW 2, Keluarahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Masbiun (65) mengatakan, tanggul tersebut kembali jebol setelah hujan deras yang melanda Depok pukul 17.00 WIB, Senin 19 November. Sekira pukul
18.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tanggul.
“Rumah saya kembali banjir setinggi pinggang,” kata Masbiun. Air itu baru surut dalam kurun waktu tiga jam. Diakuinya, banjir kali ini memang tak sebesar sebelumnya.
Hal sama juga disampaikan Yana (33). Dia juga mengaku waspada setiap hujan besar. Dia sudah menduga ada kemungkinan tanggul jebol lagi. “Selama tanggul itu belum diperbaiki semuanya, saya selalu waspada,” ujarnya.
Koordinator Dapur Umum Pemkot Depok Buyung Sugiarto mengatakan pihaknya menjalankan instruksi tanggap darurat yang diberlakukan selama lima hari. Menurut Buyung, jebolnya kembali Tanggul Kali Laya ini tidak separah pekan lalu, sehingga warga sedikit bisa lebih mandiri.
"Kami diminta terapkan status tanggap darurat selama lima hari, meskipun memang tidak terlalu banyak warga yang kami distribusikan nasi bungkus, paling hanya relawan dan buruh bangunan dari Pemkot yang memperbaiki tanggul, warga juga sudah mulai bersih-bersih rumah dari lumpur, tapi kami tetap antisipasi," ungkapnya di lokasi, Selasa (20/11/2012).
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi C Enthy Sukarti meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) lebih serius dalam menangani masalah tanggul Kali Laya. “Jangan jadikan Kali Laya sebagai proyek tambal sulam sebab masyarakat yang menjadi korban,” tukasnya.
Sementara itu, warga Kampung Palsi Gunung, Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok yang terkena langsung imbas jembolnya Tanggul Kali Laya mengaku khawatir. Pasalnya, pekan lalu saat hujan deras, tanggul itu juga jebol.
Bagian yang jebol pekan lalu, sudah dibangun bronjongan sehingga lebih kuat. Namun bagian yang jebol pada Senin 19 November kemarin belum diperbaiki, dan lebarnya lebih besar daripada sebelumnya.
Salah seorang warga RT 10 RW 2, Keluarahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Masbiun (65) mengatakan, tanggul tersebut kembali jebol setelah hujan deras yang melanda Depok pukul 17.00 WIB, Senin 19 November. Sekira pukul
18.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tanggul.
“Rumah saya kembali banjir setinggi pinggang,” kata Masbiun. Air itu baru surut dalam kurun waktu tiga jam. Diakuinya, banjir kali ini memang tak sebesar sebelumnya.
Hal sama juga disampaikan Yana (33). Dia juga mengaku waspada setiap hujan besar. Dia sudah menduga ada kemungkinan tanggul jebol lagi. “Selama tanggul itu belum diperbaiki semuanya, saya selalu waspada,” ujarnya.
(lns)