Jokowi janji pecat Camat & Lurah tak becus
Selasa, 20 November 2012 - 16:20 WIB
Jokowi janji pecat Camat & Lurah tak becus
A
A
A
Sindonews.com - Anggaran untuk Kelurahan dan Kecamatan yang nilainya mencapai kisaran Rp3 miliar sampai Rp3,5 miliar dinilai tidak ada masalah dengan angka tersebut. Namun, nilai yang ada dengan kinerja yang dihasilkan haruslah seimbang.
"Saya enggak pernah persoalkan dengan nilai kok. Mau ditaruh nilai yang gede juga enggak apa-apa. Asalkan rampung, enggak apa-apa," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2012).
Pria yang akrab disapa Jokowi ini berjanji, akan mencopot pejabat wilayah yang tidak benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan anggaran yang tinggi itu.
"Tapi hati-hati kalau sudah kasih nilai tinggi tapi enggak rampung. Ya gampang buat saya, besoknya sudah hilang. Hilang itu diganti, dicopot," ujarnya.
Sebelumnya diketahui, Jokowi mengadakan pertemuan dengan para lurah, camat, dan wali kota. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah Jakarta.
Di antaranya yakni, coret-coretan yang ada di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Kedua terkait permasalahan sampah yang ada di got dan selokan-selokan.
Yang ketiga mengenai parkir liar yang ada. Dimana parkir liar itu diakui merupakan salah satu penyebab kemacetan yang ada di Jakarta.
"Tolong ini, yang punya wilayah (lurah dan camat) tegor. Tapi kadang yang kayak gini juga ada setoran. Setorannya ke siapa? Enggak tahu saya. Saya ngerti, tapi pura-pura enggak ngerti," tukas mantan Wali Kota Solo itu.
"Saya enggak pernah persoalkan dengan nilai kok. Mau ditaruh nilai yang gede juga enggak apa-apa. Asalkan rampung, enggak apa-apa," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2012).
Pria yang akrab disapa Jokowi ini berjanji, akan mencopot pejabat wilayah yang tidak benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan anggaran yang tinggi itu.
"Tapi hati-hati kalau sudah kasih nilai tinggi tapi enggak rampung. Ya gampang buat saya, besoknya sudah hilang. Hilang itu diganti, dicopot," ujarnya.
Sebelumnya diketahui, Jokowi mengadakan pertemuan dengan para lurah, camat, dan wali kota. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah Jakarta.
Di antaranya yakni, coret-coretan yang ada di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Kedua terkait permasalahan sampah yang ada di got dan selokan-selokan.
Yang ketiga mengenai parkir liar yang ada. Dimana parkir liar itu diakui merupakan salah satu penyebab kemacetan yang ada di Jakarta.
"Tolong ini, yang punya wilayah (lurah dan camat) tegor. Tapi kadang yang kayak gini juga ada setoran. Setorannya ke siapa? Enggak tahu saya. Saya ngerti, tapi pura-pura enggak ngerti," tukas mantan Wali Kota Solo itu.
(mhd)