Aksi mogok karyawan outsourcing PLN dijaga Brimob
Selasa, 20 November 2012 - 14:20 WIB
Aksi mogok karyawan outsourcing PLN dijaga Brimob
A
A
A
Sindonews.com - Aksi mogok kerja masih terus dilakukan oleh sejumlah buruh outsourcing PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sultanbatara). Untuk melakukan pengamanan, sebanyak satu kompi Brimob Polda Sulsel disiagakan.
Saat dikonfirmasi, Selasa (20/11/2012), Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Ramdani Hidaya menjelaskan, satu kompi yang diterjunkannya untuk mengantisipasi aksi buruh.
Diperkirakan sebanyak 1.000 orang buruh outsourcing akan melakukan aksi mogok hingga 26 November mendatang. Sekedar diketahui, satu kompi terdiri dari tiga pleton dan dalam satu pleton biasanya terdapat 30 personel.
Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi mengatakan, untuk mengantisipasi kericuhan, sejak kemarin polisi sudah melakukan penjagaan.
"Pengamanan ini sudah berjalan sejak kemarin, saat para buruh melaksanakan aksi," ungkapnya.
Ia juga menambahkan anggotanya akan ditarik jika situasi di lapangan sudah mulai kondusif.
"Kita harapkan agar situasi tersebut bisa cepat kondusif seperti biasanya, serta jumlah anggotanya tidak kurang dari 100 personel yang disiagakan," bebernya.
Saat dikonfirmasi, Selasa (20/11/2012), Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Ramdani Hidaya menjelaskan, satu kompi yang diterjunkannya untuk mengantisipasi aksi buruh.
Diperkirakan sebanyak 1.000 orang buruh outsourcing akan melakukan aksi mogok hingga 26 November mendatang. Sekedar diketahui, satu kompi terdiri dari tiga pleton dan dalam satu pleton biasanya terdapat 30 personel.
Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi mengatakan, untuk mengantisipasi kericuhan, sejak kemarin polisi sudah melakukan penjagaan.
"Pengamanan ini sudah berjalan sejak kemarin, saat para buruh melaksanakan aksi," ungkapnya.
Ia juga menambahkan anggotanya akan ditarik jika situasi di lapangan sudah mulai kondusif.
"Kita harapkan agar situasi tersebut bisa cepat kondusif seperti biasanya, serta jumlah anggotanya tidak kurang dari 100 personel yang disiagakan," bebernya.
(ysw)