Jokowi janji hapus retribusi daerah dengan syarat
Selasa, 20 November 2012 - 13:56 WIB
Jokowi janji hapus retribusi daerah dengan syarat
A
A
A
Sindonews.com - Kerumunan massa dari Organisasi Angkutan Kota (Organda) yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta mendadak ricuh. Kericuhan terjadi saat massa didatangi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Massa pun berteriak-teriak mengelukan nama mantan Wali Kota Solo itu.
Pendemo kemudian meminta Jokowi untuk naik ke atas mobil bak terbuka yang dijadikan sebagai tempat orasi. Namun, Jokowi tidak bisa naik ke atasnya dan hanya berdiri di atas kursi. Saat berbicara di depan para pendemo, Jokowi menyampaikan dua hal. Dimana dirinya berjanji akan menghapus terkait retribusi daerah.
"Saya ingin menyampaikan dua hal saja. Pertama saya ini orang baru. Itu perdanya perda yang lama," kata Jokowi di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Jokowi sendiri berjanji akan membuat surat pembebasan terkait permasalahan retribusi yang ada. "Setelah rekomendasi dari DPRD sudah saya terima, nanti saya buatkan surat pembebasan. Dengan catatan sudah ada rekomendasi dari dewan. Nanti saya akan telepon ke dewan agar rekomendasi cepat dibuat," jelasnya.
Di sisi lain, terkait dengan Raperda Transportasi, pendemo diimbau untuk membicarakan langsung kepada dewan. "Raperda transportasi, bapak, ibu ke dewan untuk menyampaikan seperti apa. Kalau saya ingin tetap yang kecil-kecil ini tetap baik. Yang kecil-kecil ini tetap hidup dalam Raperda nanti," ujar Jokowi.
Pendemo yang ada juga diharapkan tidak berlaku semena-mena, dan mau diatur, sebagai salah satu syarat penghapusan retribusi daerah. "Dengan satu syarat, (para supir) harus juga mau diatur oleh pemerintah daerah. Jangan semau gue. Udah rampung," tukas Jokowi.
Sebelumnya diketahui, kurang lebih 200 orang yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda), dengan membawa ratusan mikrolet melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta.
Unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2012 yang membahas tentang retribusi daerah. Massa sendiri saat ini sudah meninggalkan Balai Kota paska Jokowi menemui mereka.
Pendemo kemudian meminta Jokowi untuk naik ke atas mobil bak terbuka yang dijadikan sebagai tempat orasi. Namun, Jokowi tidak bisa naik ke atasnya dan hanya berdiri di atas kursi. Saat berbicara di depan para pendemo, Jokowi menyampaikan dua hal. Dimana dirinya berjanji akan menghapus terkait retribusi daerah.
"Saya ingin menyampaikan dua hal saja. Pertama saya ini orang baru. Itu perdanya perda yang lama," kata Jokowi di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
Jokowi sendiri berjanji akan membuat surat pembebasan terkait permasalahan retribusi yang ada. "Setelah rekomendasi dari DPRD sudah saya terima, nanti saya buatkan surat pembebasan. Dengan catatan sudah ada rekomendasi dari dewan. Nanti saya akan telepon ke dewan agar rekomendasi cepat dibuat," jelasnya.
Di sisi lain, terkait dengan Raperda Transportasi, pendemo diimbau untuk membicarakan langsung kepada dewan. "Raperda transportasi, bapak, ibu ke dewan untuk menyampaikan seperti apa. Kalau saya ingin tetap yang kecil-kecil ini tetap baik. Yang kecil-kecil ini tetap hidup dalam Raperda nanti," ujar Jokowi.
Pendemo yang ada juga diharapkan tidak berlaku semena-mena, dan mau diatur, sebagai salah satu syarat penghapusan retribusi daerah. "Dengan satu syarat, (para supir) harus juga mau diatur oleh pemerintah daerah. Jangan semau gue. Udah rampung," tukas Jokowi.
Sebelumnya diketahui, kurang lebih 200 orang yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda), dengan membawa ratusan mikrolet melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta.
Unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2012 yang membahas tentang retribusi daerah. Massa sendiri saat ini sudah meninggalkan Balai Kota paska Jokowi menemui mereka.
(san)