Peralatan sekolah basah, ratusan pelajar bolos
Selasa, 20 November 2012 - 13:12 WIB
Peralatan sekolah basah, ratusan pelajar bolos
A
A
A
Sindonews.com - Pasca banjir yang melanda Perumahan Cingcin Permata Indah (CPI) Soreang, Kabupaten Bandung, ratusan pelajar tidak bisa sekolah. Bolosnya para pelajar ini karena sejumlah peralatan sekolah dan seragam mereka basah.
Aan Tajudin (49) warga Blok A Jalan Permata VI/88 menjelaskan, di CPI ada dua RW yang rumahnya terendam banjir, yakni RW 11 dan RW 13.
Di RW 13 ada 96 anak SD dan di RW 11 ada sekira 50 anak SD. Jumlah tersebut belum termasuk pelajar tingkat SMP dan SMA.
"Ya semua anak sekolah di sini enggak bisa sekolah karena rumahnya rusak oleh banjir," kata Tajudin, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, rata-rata warga yang memiliki anak sekolah mengeluhkan rusak atau hilangnya peralatan sekolah seperti seragam dan alat tulis. Sebagian, perlengkapan sekolah hanyut terbawa banjir.
Dia berharap, ada bantuan alat tulis dan kebutuhan sekolah.
Di lokasi tersebut, ada tiga SD, yakni SD Cingcin, SD Gandasari, dan SD Junti. Tiga sekolah ini memang tidak kebanjiran. Namun sebagian rumah menjadi korban banjir.
Sementara Hendar (41) juga warga Blok A menuturkan, ada hampir 500 kepala keluarga yang rumahnya terkena banjir di lokasi banjir tersebut.
Hendar memiliki dua anak yang masih sekolah, Ricky Gunawijaya (16), siswa SMK Angkasa, dan Alia Saskia Putri (8) kelas dua SD Gandasari.
"Mungkin anak saya seminggu tidak bisa sekolah. Karena peralatan sekolahnya habis," katanya.
Padahal, lanjut dia, Ricky yang mengambil jurusan perangkat lunak saat ini tengah ujian praktik. Ricky juga turut bantu-bantu membersihkan rumah, sementara Alia diungsikan ke rumah saudaranya.
Aan Tajudin (49) warga Blok A Jalan Permata VI/88 menjelaskan, di CPI ada dua RW yang rumahnya terendam banjir, yakni RW 11 dan RW 13.
Di RW 13 ada 96 anak SD dan di RW 11 ada sekira 50 anak SD. Jumlah tersebut belum termasuk pelajar tingkat SMP dan SMA.
"Ya semua anak sekolah di sini enggak bisa sekolah karena rumahnya rusak oleh banjir," kata Tajudin, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, rata-rata warga yang memiliki anak sekolah mengeluhkan rusak atau hilangnya peralatan sekolah seperti seragam dan alat tulis. Sebagian, perlengkapan sekolah hanyut terbawa banjir.
Dia berharap, ada bantuan alat tulis dan kebutuhan sekolah.
Di lokasi tersebut, ada tiga SD, yakni SD Cingcin, SD Gandasari, dan SD Junti. Tiga sekolah ini memang tidak kebanjiran. Namun sebagian rumah menjadi korban banjir.
Sementara Hendar (41) juga warga Blok A menuturkan, ada hampir 500 kepala keluarga yang rumahnya terkena banjir di lokasi banjir tersebut.
Hendar memiliki dua anak yang masih sekolah, Ricky Gunawijaya (16), siswa SMK Angkasa, dan Alia Saskia Putri (8) kelas dua SD Gandasari.
"Mungkin anak saya seminggu tidak bisa sekolah. Karena peralatan sekolahnya habis," katanya.
Padahal, lanjut dia, Ricky yang mengambil jurusan perangkat lunak saat ini tengah ujian praktik. Ricky juga turut bantu-bantu membersihkan rumah, sementara Alia diungsikan ke rumah saudaranya.
(ysw)