Ratusan sopir angkot geruduk Balai Kota
Selasa, 20 November 2012 - 10:41 WIB
Ratusan sopir angkot geruduk Balai Kota
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan sopir angkot yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda), melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat.
Unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2012 yang membahas tentang retribusi daerah.
"Massa merupakan sopir mikrolet se-DKI Jakarta. Dalam aksi ini massa juga membawa sekitar 100 lebih mikrolet, bus kota dan saat ini di parkir di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan," kata Koordinator aksi Abdul Ghofur, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2012).
Abdul mengatakan Perda Retribusi dianggap memberatkan pengusaha bus dan mikrolet. Pasalnya, sekali masuk terminal, angkot ditarik retribusi sebesar Rp1.000.
"Dalam aksi ini massa meminta Perda tersebut dicabut. Perda Retribusi merupakan upaya sistematis untuk menggusur pengusaha bus kecil dan mikrolet," tegas Abdul.
Jumlah massa yang saat ini berunjuk rasa di depan Balai Kota diperkirakan sekira 200 orang. Diperkirakan jumlah massa akan terus bertambah.
Akibat unjuk rasa ini, petugas mengalihkan arus jalan mulai dari depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) yang menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa ini, sebanyak 350 personel gabungan dari Polsek Gambir, Polda Metro Jaya, dan Satpol PP telah disiagakan di lokasi demo.
Unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2012 yang membahas tentang retribusi daerah.
"Massa merupakan sopir mikrolet se-DKI Jakarta. Dalam aksi ini massa juga membawa sekitar 100 lebih mikrolet, bus kota dan saat ini di parkir di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan," kata Koordinator aksi Abdul Ghofur, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2012).
Abdul mengatakan Perda Retribusi dianggap memberatkan pengusaha bus dan mikrolet. Pasalnya, sekali masuk terminal, angkot ditarik retribusi sebesar Rp1.000.
"Dalam aksi ini massa meminta Perda tersebut dicabut. Perda Retribusi merupakan upaya sistematis untuk menggusur pengusaha bus kecil dan mikrolet," tegas Abdul.
Jumlah massa yang saat ini berunjuk rasa di depan Balai Kota diperkirakan sekira 200 orang. Diperkirakan jumlah massa akan terus bertambah.
Akibat unjuk rasa ini, petugas mengalihkan arus jalan mulai dari depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) yang menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa ini, sebanyak 350 personel gabungan dari Polsek Gambir, Polda Metro Jaya, dan Satpol PP telah disiagakan di lokasi demo.
(maf)