Jokowi tak gubris sindiran Sutiyoso
Senin, 19 November 2012 - 22:27 WIB
Jokowi tak gubris sindiran Sutiyoso
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang menyatakan agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak sering melakukan jalan-jalan (blusukan) tak digubris Jokowi.
Jokowi menyatakan dirinya akan tetap berkunjung ke kampung-kampung yang ada di Jakarta sampai lima tahun ke depan.
"Lima tahun blusukan terus, mau ke kampung terus. Pokoknya selama lima tahun. Ke bawah, ke kampung pokoknya banyak ke lapangan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Mantan Wali Kota Solo ini juga menjelaskan setiap Gubernur pasti memiliki gaya masing-masing dalam memimpin Jakarta. Dan 'blusukan' merupakan gaya dari kepemimpinan Jokowi.
"Setiap hari, setiap saat itu pasti ada aspirasi dari rakyat, dari bawah. Ada kebutuhan dari bawah. Yang kalau kita hanya duduk di kantor enggak akan ketangkap seperti itu," jelas Jokowi.
Selain untuk menangkap keinginan-keinginan warga Jakarta, diakui pula 'blusukan' itu juga bertujuan untuk melihat langsung ke lapangan untuk mengontrol proyek, dan program yang ada.
"Liat lapangan itu juga enggak harus turun masyarakat. Tapi saya juga ngontrol lapangan, ngontrol proyek, ngontrol program, iya kan?. Ada beloknya dimana?. Mungkin tidak hanya di kampung. Bisa aja cek RS, Puskesmas, Kelurahan apakah pelayanan sudah baik atau belum," ujar Jokowi.
Pengontrolan ini juga dikatakan Jokowi merupakan sebuah bentuk manajemen. Dimana manajemen perencanaan tidak akan baik tanpa adanya management kontrol.
Di sisi lain, ketika disinggung dirinya hanya melakukan pencitraan, Jokowi menegaskan tidak apa-apa dirinya disebut melakukan pencitraan.
"Ya enggak apa-apa, enggak apa-apa untuk mengingatkan, untuk mengkoreksi siapapun. Masyarakat, tokoh ya enggak apa-apa. Saya sangat terbuka sekali. La wong dibilang apapun saya enggak apa-apa. Saya itu terbuka banget kok. Selama lima tahun tetap akan seperti ini terus. Wajah saya sampe jam segini masih ceria kok," tukas Jokowi.
Jokowi menyatakan dirinya akan tetap berkunjung ke kampung-kampung yang ada di Jakarta sampai lima tahun ke depan.
"Lima tahun blusukan terus, mau ke kampung terus. Pokoknya selama lima tahun. Ke bawah, ke kampung pokoknya banyak ke lapangan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Mantan Wali Kota Solo ini juga menjelaskan setiap Gubernur pasti memiliki gaya masing-masing dalam memimpin Jakarta. Dan 'blusukan' merupakan gaya dari kepemimpinan Jokowi.
"Setiap hari, setiap saat itu pasti ada aspirasi dari rakyat, dari bawah. Ada kebutuhan dari bawah. Yang kalau kita hanya duduk di kantor enggak akan ketangkap seperti itu," jelas Jokowi.
Selain untuk menangkap keinginan-keinginan warga Jakarta, diakui pula 'blusukan' itu juga bertujuan untuk melihat langsung ke lapangan untuk mengontrol proyek, dan program yang ada.
"Liat lapangan itu juga enggak harus turun masyarakat. Tapi saya juga ngontrol lapangan, ngontrol proyek, ngontrol program, iya kan?. Ada beloknya dimana?. Mungkin tidak hanya di kampung. Bisa aja cek RS, Puskesmas, Kelurahan apakah pelayanan sudah baik atau belum," ujar Jokowi.
Pengontrolan ini juga dikatakan Jokowi merupakan sebuah bentuk manajemen. Dimana manajemen perencanaan tidak akan baik tanpa adanya management kontrol.
Di sisi lain, ketika disinggung dirinya hanya melakukan pencitraan, Jokowi menegaskan tidak apa-apa dirinya disebut melakukan pencitraan.
"Ya enggak apa-apa, enggak apa-apa untuk mengingatkan, untuk mengkoreksi siapapun. Masyarakat, tokoh ya enggak apa-apa. Saya sangat terbuka sekali. La wong dibilang apapun saya enggak apa-apa. Saya itu terbuka banget kok. Selama lima tahun tetap akan seperti ini terus. Wajah saya sampe jam segini masih ceria kok," tukas Jokowi.
(rsa)