Tanggul Kali Laya Depok kembali jebol
Senin, 19 November 2012 - 22:19 WIB
Tanggul Kali Laya Depok kembali jebol
A
A
A
Sindonews.com - Janji Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk memperbaiki tanggul Kali Laya, Bukit Cengkeh, Cimanggis, Depok nampaknya tidak terbukti. Sebab, perbaikan tanggul Kali Laya yang sepekan kemarin membuat 75 warga terisolasi dan 110 warga kebanjiran, tak berhasil dilakukan.
Akibat debit air hujan kiriman dari Bogor yang begitu deras, muncul rembesan baru di tanggul Kali Laya, yang menyebabkan tanggul kembali jebol. Akibatnya, malam ini banjir pun melanda 22 rumah warga dan empat warga terisolasi.
Koordinator Pengendalian Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Ramdoni mengatakan tanggul kembali jebol dan membuat panik warga malam ini.
"Jadi memang air kiriman kencang banget, jadi tanggul bergeser ke kanan ada jebolan baru, ada rembesan baru," jelasnya kepada wartawan, Senin (19/11/12).
Doni menambahkan banjir akibat jebolnya tanggul mencapai ketinggian pinggang orang dewasa. Namun saat ini semakin lama semakin surut.
"Sampai saat ini sudah mulai surut. Yang terisolasi ada 4 sudah kami beri bantuan berupa matras, tapi intinya banjir kali ini tak lebih parah dari yang kemarin. Sudah ada penahanan tanggul pertama," paparnya.
Dia memastikan malam ini rapat darurat digelar dengan lurah, camat, LPM dan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial untuk penanganan terhadap warga dan kegawatdaruratan. Namun ada pula satu warga yang terisolir menolak untuk dievakuasi.
"Kami lagi rakor mendadak, sambil mengvakuasi warga, tapi ada warga yang enggak mau dievakuasi, kita sudah nyebrang banjir tapi tetap enggak mau, takut barang-barangnya dijarah," ungkapnya.
Akibat debit air hujan kiriman dari Bogor yang begitu deras, muncul rembesan baru di tanggul Kali Laya, yang menyebabkan tanggul kembali jebol. Akibatnya, malam ini banjir pun melanda 22 rumah warga dan empat warga terisolasi.
Koordinator Pengendalian Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Ramdoni mengatakan tanggul kembali jebol dan membuat panik warga malam ini.
"Jadi memang air kiriman kencang banget, jadi tanggul bergeser ke kanan ada jebolan baru, ada rembesan baru," jelasnya kepada wartawan, Senin (19/11/12).
Doni menambahkan banjir akibat jebolnya tanggul mencapai ketinggian pinggang orang dewasa. Namun saat ini semakin lama semakin surut.
"Sampai saat ini sudah mulai surut. Yang terisolasi ada 4 sudah kami beri bantuan berupa matras, tapi intinya banjir kali ini tak lebih parah dari yang kemarin. Sudah ada penahanan tanggul pertama," paparnya.
Dia memastikan malam ini rapat darurat digelar dengan lurah, camat, LPM dan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial untuk penanganan terhadap warga dan kegawatdaruratan. Namun ada pula satu warga yang terisolir menolak untuk dievakuasi.
"Kami lagi rakor mendadak, sambil mengvakuasi warga, tapi ada warga yang enggak mau dievakuasi, kita sudah nyebrang banjir tapi tetap enggak mau, takut barang-barangnya dijarah," ungkapnya.
(rsa)